Program pelatihan Industri yang digagas Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama PT Vale Indonesia terus diminati warga khususnya dikalangan pemuda. Keinginan pemuda untuk mengikuti pelatihan ini cukup tinggi, hanya saja kuota yang disiapkan sangat terbatas. Program pelatihan ini bertujuan menyerap peserta lulusan sekolah lanjutan menengah atas untuk disiapkan di dunia kerja.
Direktur PPI Andi Endy B Shin Go, di Enggano Camp Lokasi Program PPI, mengatakan pihaknya hanya membatasi kuota peserta untuk tahun 2014, yang hanya menerima sebanyak 250 peserta saja yang dibagi dalam dua gelombang. Setiap gelombang akan melatih sebanyak 125 peserta.
Pada pelatihan tahun ini, peserta PPI akan dilatih dalam empat jurusan yakni operator alat berat (Mining), mekanik alat berat (MEM), Process Plant, atau operator SCM.
Jika di tahun sebelumnya, program PPI dilaksanakan selama 10 bulan, maka tahun ini waktu program akan dipersingkat menjadi tinggal tiga bulan saja. “Pasalnya dari hasil review yang dilakukan, ternyata hasilnya kurang efektif, makanya pelatihan kami maksimalkan 3 bulan dengan tetap mengutamakan kualitas peserta,” ujar Endy.
Sementara itu, Wakil Bupati Luwu Timur Muhammad Thorig Husler saat membuka pelatihan ini mengatakan ketersediaan tenaga kerja yang ada, terutama menyangkut kualitas yang dimiliki oleh para tenaga kerja berdasarkan kompetensi yang dibutuhkan, lapangan kerja masih sangat terbatas dan rendah.
Karena itu, Pemerintah bertanggung jawab membuka kesempatan kerja dimana salah satunya melalui bimbingan pelatihan keterampilan kerja. Dari data yang ada Sejak Tahun 2004 sampai 2014 tercatat sebanyak 706 orang alumni PPI, 60 persen dari jumlah tersebut telah terserap bekerja di PT Vale dan perusahaan kontraktor. Sebagian lain bekerja di berbagai perusahaan swasta dan BUMN yang berbasis di Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, dan Papua.
“Ini artinya, pelatihan keterampilan kerja sangat penting dalam meningkatkan kualitas SDM. Maka dari itu, pelatihan seperti ini perlu terus dikembangkan sebagai upaya untuk memberikan bekal keterampilan kerja kepada masyarakat agar mampu bersaing dalam meraih peluang kerja,” ujar Husler.




