Pihak Kepolisian Resor (Polres) Palopo menerjunkan sebanyak 150 personelnya untuk mengamankan arus mudik dan arus balik lebaran Idul Fitri tahun ini. Selain pihak kepolisian,personel dari sejumlah instansi juga diturunkan seperti dari TNI, Dinas Perhubungan, dan Pramuka Saka Bhayangkara juga diikut sertakan mengamankan sejumlah titik yang dinilai rawan kecelakaan dan rawan macet di daerah ini.
Kapolres Palopo, AKBP Muhammad Guntur mengatakan Kota Palopo secara geografis merupakan jalur perlintasan arus mudik dan arus balik pada setiap kali hari raya Idul Fitri. Hal ini menyebabkan diperlukan pengamanan yang ketat agar musim mudik kali ini, jumlah kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas bias ditekan.
Menurutnya, terkait pengamanan ini, operasi Ketupat kali ini digelar selama 16 hari yang dimulai pada Selasa (22/7/14). Dia pun merincikan, setiap tahunnya jumlah pelanggaran dan kecelkaan lalu lintas mengalami peningkatan sebesar 101,61 persen.
“Data kami pada tahun 2012 jumlah pelanggaran terjadi sebanyak 502 kasus, meningkat menjadi 1.056 kasus pada tahun 2013. Kami berharap angka itu bias ditekan di tahun 2014 ini,”tegasnya.
Dia juga merincikan, Operasi ketupat kali ini di Kota Palopo, pihaknya menyaigakan sebanyak dua pos pengamanan dan dua pos pelayanan yang disebar di sejumlah titik di Palopo.
Sementara itu, Wali Kota Palopo Judas Amir mengimbau kepada masyarakat dan para pengguna jalan diharapkan agar berhati hati dalam berkendara di jalan raya. “Informasi yang kami peroleh, untuk lebaran tahun ini akan terjadi peningkatan jumlah kendaraan mudik hingga dua kali lipat, sehingga kepadatan dan kemacetan tentunya akan terjadi di beberapa titik dalam wilayah Kota Palopo,” ujar Judas.




