PT vale Indonesia (Vale) mengumumkan kinerja untuk Triwulan ke II tahun ini, yang mencatatkan laba triwulanan sebesar USD 50 juta. Perolehan laba triwulanan ini merupakan yang tertinggi sejak triwulan ke 4 tahun 2011 lalu, yang juga membukukan kenaikan laba sebesar 179 persen dibanding laba pada triwulan pertama tahun 2014.
Dalam rilis yang diterima media ini, disebutkan meski mengalami kenaikan laba, produksi PT Vale di triwulan ke dua justru lebih rendah 380 metrik ton dibanding triwulan pertama, yakni sebanyak 19.224 metrik ton pada triwulan ke dua, sementara pada triwulan pertama produksi jumlah produksi mencapai 19.604 metrik ton.
Jumlah produksi ini juga mencatatkan kenaikan untuk enam bulan pertama sebesar 3 persen dibanding periode yang sama tahun 2013.
Chief Financial Officer PT Vale Indonesia, Febriany Eddy mengatakan Perseroan senantiasa terus meningkatkan disiplin biaya dan produktivitas dalam operasinya sebagai hasil dari fokus pada strategi pengurangan biaya.
“Beban pokok pendapatan kami, tidak termasuk perubahan persediaan di triwulan ke dua yang hanya naik 1% menjadi USD178,6 juta dari USD176,7 juta di triwulan pertama,” kata Febriany dalam rilisnya yang diterima Luwuraya.com.
Dia juga menjelaskan, kas dan setara kas Perseroan pada 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013 masingmasing sebesar USD293,4 juta dan USD200,0 juta. Pada triwulan tersebut, Perseroan mengeluarkan dana sekitar USD14,9 juta untuk belanja modal.
“Di tahun 2014 ini PT Vale akan tetap fokus pada berbagai inisiatif penghematan biaya untuk mempertahankan keunggulan biaya Perseroan tanpa mengkompromikan nilai utama kami yakni Keselamatan jiwa merupakan hal terpenting. Perseroan juga akan terus meningkatkan kapasitas peleburan dan mengoptimalkan proses produksi dan berencana untuk memproduksi 5% lebih nikel dalam matte di tahun 2014 dibandingkan tahun 2013, atau sekitar 79.600 metrik ton,” ungkapnya.
Olehnya itu, manajemen PT Vale berkeyakinan bahwa Perseroan telah berada di jalur yang tepat untuk melaksanakan strateginya untuk memastikan rencana pertumbuhan jangka panjang yang menguntungkan dengan meningkatkan efisiensi dan keunggulan biaya serta memaksimalkan produksi melalui keunggulan operasional.




