Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi yang kerap disapa dengan panggilan Arjuna mengaku tidak menyukai survei yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survei maupun lembaga lainnya terhadap popularitas dan elektabilitasnya di Luwu Utara.
“Biarlah rakyat yang melakukan surveinya sendiri. Jadi, survei oleh lembaga survei terhadap dirinya hanya akan menghabiskan energi. ?Terserah rakyat, biarlah rakyat yang melakukan survei. Saya tidak ingin survei-survei-an karena hanya akan menghabiskan energi dan tentunya saya yang lebih tahu kondisi saya di Luwu Utara ini, bukan lembaga survei,” ujar Arjuna saat menghadiri acara Halal BI Halal dengan ratusan masyarakat Desa Pongo, Kecamatan Masamba.
Dia pun menjelaskan, tanpa disurvei pun, Tuhan sudah mengetahui seberapa besar tingkat keterpilihannya jika dirinya maju bertarung di Pilbup mendatang. “Tuhan adalah sebab utama dari semua sebab. Sebab utama dari segala kejadian, dan segala kejadian Tuhan-lah yang menentukan. maka saya tidak perlu disurvei, karena Tuhan sudah tahu siapa Bupati mendatang,” kata Arjuna.
Dia mencontohkan, pada Pemilukada Lutra 2009 silam, di mana dirinya terpilih sebagai Bupati, Tuhan sudah memilih dirinya sebagai Bupati Lutra sebelum dirinya lahir.
“Pilkada kemarin itu, sebelum saya lahir, Tuhan sudah tandatangani saya punya SK Bupati, bahwa tahun 2010-2015 yang menjadi Bupati Lutra adalah Arifin Junaidi. Nah, ke depan Tuhan juga sudah memilih Bupati Lutra 2015-2020, cuma kita tidak tahu siapa yang menjadi pilihan Tuhan di Luwu Utara ini, termasuk lembaga survei sekali pun. Jadi, untuk apa saya disurvei?” tandas Arifin.
Untuk diketahui, bukan hanya kali ini saja Arjuna mengungkapkan ketidak sukaannya terhadap lembaga survei. Pada Pemilukada Lutra 2009 silam, Arjuna pun sempat melontarkan pernyataan kontroversi yang menyebutkan jika dirinya lebih percaya paranormal ketimbang lembaga survei.




