Prosesi pengucapan sumpah dan janji anggota DPRD Luwu Utara periode 2014-2019 yang digelar di kantor DPRD Luwu Utara, Rabu (27/8/14) siang tadi, diwarnai insiden listrik padam di ruang paripurna tempat digelarnya pelantikan tersebut.
Pantauan luwuraya.com, insiden lampu padam yang terjadi sekitar lima menit lamanya itu membuat ruangan yang sudah dipenuhi tamu undangan, tiba-tiba gelap gulita. Sejumlah staf DPRD Lutra pun tampak sibuk mencari penyebab padamnya listrik tersebut.
“Listrik padam tiba-tiba, karena aliran listrik dari PLn yang putus, untungnya cepat ji,” ujar salah seorang staf DPRD Lutra mengklarifikasi penyebab padamnya listrik tersebut.
Selain insiden listrik padam, juga sempat terjadi insiden protes dari sejumlah awak media yang hadir saat diberi kesempatan untuk mengambilan gambar anggota DPRD Lutra yang baru. Pasalnya, awak media hanya diberi waktu sekitar 2 minit saja untuk mengambil gambar seluruh anggota DPRD Lutra yang berjumlah 35 orang.
Ketika dikonfirmasi, Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi mengaku prihatin dengan terjadinya dua insiden tersebut. Dia mengaku acara tersebut seharusnya sudah disiapkan matang dan mengantisipasi semua kemungkinan oleh panitia pelaksana yang dikoordinir oleh pihak Sekretariat DPRD Lutra.
Meski begitu, dia mengaku dua insiden itu tidak mengurangi kesuksesan dan lancarnya agenda pelaksanaan pengambilan sumpah dan janji anggota DPRD Lutra periode 2014-2019.
Dalam kesempatan itu, Arifin pun mengajak legislator di Lutra untuk bersama-sama pemerintah membangun daerah tersebut. “Silahkan kritik pemerintah jika terdapat kekeliruan, namun kritik yang disampaikan juga harus konstruktif demi kepentingan daerah ini,” ujar Arifin.




