Demi mewujudkan percepatan penanggulangan kemiskinan, sekaligus pengembangan kebijakan di bidang perlindungan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) berjalan dengan baik, Asisten Pemerintahan Setdakab Luwu Timur, Syahidin Halun meminta para peserta service provider (penyedia layanan), pendamping dan operator PKH agar mengikuti bimbingan teknis dengan serius.
“Mengingat program PKH merupakan program yang relatif baru di Kabupaten Luwu Timur maka dalam pelaksanaannya diperlukan perhatian secara khusus, olehnya itu peserta sebagai ujung tombak diharapkan mengikuti dengan sungguh- sungguh agar apa yang ingin dicapai dapat terwujud dengan dengan sebaik baiknya,” ujar Syahidin Halun saat menyampaikan sambutan Bupati Luwu Timur H. Andi Hatta Marakarma pada pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) khusus Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2014 Kabupaten Luwu Timur di Aula Kantor Camat Malili, Rabu (17/09).
Ia menjelaskan kegiatan Bimtek PKH ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman secara teknis tentang bagaimana cara mengatasi berbagai hambatan dalam pelaksanaan pemberian layanan terhadap peserta PKH, olehnya itu segala aspek dan proses yang terkait dengan upaya upaya pelayanan harus dilaksanakan terencana, terpadu,terpadu serta terkoordinasi secara menyeluruh agar penerima layanan dapat merasa nyaman, aman dan tertib.
Melalui Program Keluarga Harapan (PKH) Keluarga Sangat Miskin (KSM) memiliki kesempatan yang lebih baik untuk memanfaatkan pelayanan sosial dasar seperti kesehatan, pendidikan, pangan dan gizi sedangkan jangka panjang PKH bertujuan memutus rantai kemiskinan antar generasi.
Sebelumnya Ketua panitia kegiatan yang juga Kepala Bidang Sosial Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial (Disnakertranssos) Kabupaten Luwu Timur, Sukarti dalam laporannya memaparkan, tujuan bimtek tersebut dilaksanakan selain memberikan pemahaman secara teknis khusus pelaksanaan PKH tahun 2014, peserta juga diberikan bekal ilmu cara mengimplementasikan kepada penerima layanan yang tersebar di 8 kecamatan.
Bimtek PKH ini diikuti 52 peserta pelaksanan program, yang terdiri dari unsur unsur terkait yakni 40 service provider (penyedia layanan) masing masing 5 perkecamatan (Camat,Puskesmas,Pustu, Kepala Sekolah SD dan SMP) dan 12 peserta reguler (11 pendamping dan 1 operator).Pelaksanaan bimtek ini berlansung selama 2 (dua) hari, hari pertama diikuti oleh semua peserta service provider dan reguler sedangkan hari kedua dikhususkan bagi peserta reguler.
Adapun sebagai narasumber dalam pelaksanaan bimtek khusus ini diantaranya Kordinator Wilayah Sulawesi Selatan Kementerian Sosial RI, Amrullah, Kepala Seksi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Junaedi serta Kepala Dinas Nakertranssos Kabupaten Luwu Timur Mas’ud Masse (ophy/hms).




