Palang Merah Remaja (PMR) SMAN 1 Wotu menggelar simulasi bencana kebakaran dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Palang Merah Indonesia (PMI) ke-69 yang berlangsung di halaman sekolah, Rabu (17/08/14).
Kegiatan simulasi ini diawali dengan pembakaran 20 ban bekas dibelakang aula SMAN 1 Wotu. Dalam simulasi ini, kepala sekolah, Edi Hartono tidak memberitahukan kepada para guru dan siswa dengan adanya simulasi tersebut.
Sehingga asap tebal membuat para guru dan siswa panik dan berlarian keluar dari ruang belajar. Apa lagi dengan adanya korban yang berjatuhan sehingga membuat para guru menangis histeris. Belakangan, para guru baru mengetahui jika pembakaran ini bagian dari simulasi bencana.
“Kita sengaja tidak memberitahukan kepada para guru dan siswa agar simulasi ini tampak seru dan menarik,” ungkap Salim, anggota PMI Kecamatan Wotu.
Bagian lapangan pemadam kebakaran (Damkar) BPBD Luwu Timur, Irwan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh PMR Wira SMAN 1 Wotu. Menurutnya, untuk tingkat kecamatan sendiri, ini merupakan simulasi pertama yang dilakukan di kecamatan di Luwu Timur.
“Simulasi ini baru dilakukan dikecamatan Wotu. Biasanya, simulasi seperti ini dilakukan ditingkat kabupaten saja, itu pun tidak sedramatis seperti ini,” ungkap Irwan.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Wotu, Edy Hartono mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergabung dalam kegiatan simulasi ini. Semoga siswa-siswi PMR bisa menjadi teladan untuk teman-teman lainnya dan masyarakat lainnya.
“Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung pada simulasi ini, selamat hari ulang tahun PMI yang ke-69 semoga semakin jaya,” ungkap Edy.
Turut hadir dalam simulasi ini, TNI, tim Labfor dari Polsek Wotu, BPBD, tim medis dari RSUD I La Galigo dan PMI kecamatan Wotu. (*)




