Rencana aksi demonstrasi pro pemekaran Kabupaten Luwu Tengah yang akan digelar Selasa (23/9/14) besok, ternyata berimbas pada aktifitas pendidikan siswa di Walenrang-Lamasi (Walmas), sebagai daerah bakal pemekaran Kabupaten Luwu Tengah.
Koordinator Lapangan aksi demonstrasi Pro Luteng, Awal mengatakan liburnya seluruh sekolah di Walmas itu disebabkan karena keterlibatan hampir seluruh kepala sekolah dan guru dalam aksi demonstrasi tersebut.
“Hampir seluruh kepala sekolah dan guru akan ikut berpartisipasi dalam demo ini, jadi untuk kelancaran perjuangan pembentukan kabupaten Luwu Tengah, maka sekolah akan diliburkan,” ujar Awal, saat menggelar konfrensi pers di Warung Kopi Dottoro, Palopo, malam tadi.
Meski begitu, belum diketahui sampai kapan sekolah di Walmas ini akan diliburkan. Pasalnya, rencana aksi ini diagendakan tidak hanya digelar sehari saja. “Sesuai agenda awal, aksi ini akan kami gelar hingga tuntasnya rapat paripurna pembahasan UU Daerah Otonom Baru (DOB) di DPR RI, sehingga kami akan melihat kondisi lebih lanjut ke depan,” ujar Awal.
Dalam agenda aksi besok, sejumlah rangkaian kegiatan akan dilakukan, seperti penjemputan secara adat Datu Luwu, Andi Maradang Mackulau yang akan ikut serta dalam barisan aksi mendukung pembentukan Kabupaten Luwu Tengah.
Untuk diketahui, aksi pro Luteng ini akan digelar di Lapangan Pallempang, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu. Diperkirakan, aksi ini akan diikuti sekitar 30 ribu warga Walmas.




