Pasca tawuran antar dua kelompok di Kelurahan Mancani, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Kamis (26/9/14) kemarin, hari ini polisi melakukan penyisiran di seluruh rumah warga di dua dusun yang terlibat konflik. Hasilnya, polisi menemukan sebanyak enam bom Molotov siap pakai, sejumlah busur dan anak panah yang digunakan ketika tawuran.
Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops), Kompol Arifuddin yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya melakukan penyisiran itu guna mengantisipasi terjadinya tawuran susulan, serta menangkap pelaku tawuran tersebut.
Selain menemukan bom Molotov dan anak panah, polisi juga mengamankan dua warga Batu yang diduga sebagai pelaku bentrokan.
“Namun kami belum mengetahui namanya, termasuk apa perannya, tapi berdasaran informasi anggota kami di lapangan, kedua pemuda yang ditangkap adalah provokator yang sering memprovokasi warga,” ujarnya.
Pantauan luwuraya.com, polisi melakukan penyisiran dengan menggeldah seluruh rumah warga di dusun Batu dan Uri. Selain selain mencari pelaku bentrokan, polisi juga mencari alat yang digunakan untuk saling serang.
Untuk diketahui, sehari sebelumnya terjadi tawuran antar warga dusun Batu dan Uri sekitar pukul 17.30 Wita. Dalam tawuran ini, seorang polisi dan seorang warga sipil terluka akibat terkena anak panah.
Wakil Kepala Kepolisian Resor (Waka Polres) Palopo, Kompol Arif Nur, mengatakan korban bentrokan tersebut diantaranya Aiptu Fajar dan seorang warga sipil, Masri.
“Kedua korban dilarikan ke Rumah Sakit Atmedika Palopo, untuk mendapatkan perawatan medis. Keduanya terkena anak panah dip aha bagian kanan,” kata Arif.
Meski begitu, belum diketahui pasti apa penyebab tawuran warga kedua dusun itu. Pasalnya, tawuran warga ini sudah terjadi sejak lama. Pemerintah Kota Palopo bahkan beberapa kali memfasilitasi perdamaian warga dua dusun ini, namun rionisnya tawuran terus terulang dan tidak sedikit yang menjadi korban.
Sesuai catatan redaksi, tawuran antar warga ini sudah terjadi sejak tahun 2007 silam, selain menyebabkan adanya korban luka baik dari warga dan petugas, sejumlah rumah warga juga menjadi sasaran pembakaran.




