Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi menanggapi berbagai pemberitaan yang menyudutkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara, dan khususnya dirinya selaku kepala daerah, yang dinilai lemah dalam penanganan konflik di Luwu Utara.
Usai menghadiri rapat tertutup dengan DPRD Luwu Utara, Selasa (14/10/14) siang tadi, Arifin menyampaikan unek-uneknya terkait konflik yang marak terjadi di Luwu Utara, khususnya bentrokan antar masyarakat Dusun Kopi-Kopi dan Karangan di kecamatan Bone-Bone, Sabtu (11/10/14) lalu.
“Kurang apa saya? Pemerintah mengacu pada Inpres nomor 2 tahun 2013 bahwa kendali Kamtibmas di pegang Kepala Daerah, dan itu telah saya lakukan saya telah mengundang semua pihak dan telah disepakati sejumlah langkah-langkah penanganan konflik,antara lain melakukan tindak persuasif hingga tindakan tembak di tempat,” ujar Arifin kepada awak media.
Menurutnya, upaya apapun yang dilakukan pemerintah namun tanpa ada kesadaran dari masyarakat, maka semua akan sia-sia. “Mereka yang menyebut pemerintah lemah adalah yang tidak memahami permasalahan,” tegasnya.
Khusus untuk kasus di Kecamatan Bone-Bone, dia menilai jika konflik tersebut tidak terkait dengan isu etnis, melainkan hanya kesalah pahaman antara masyarakat Bone-Bone sendiri.
“Kalau ada pendatang ikut membantu salah satu pihak, itu sementara kita telusuri, yang pasti tidak terkait sama sekali dengan isu etnis,” tegasnya.
Dia pun menyebutkan siatuasi keamanan terkini di kecamatan Bone-Bone yang sudah mulai kondusif, namun tetap perlu antisipasi terjadinya bentrokan susulan.
“Keamanan sudah terkedali namun masih seperti api dalam sekam, saya berharap kepada pihak pengamanan agar tetap melakukan pengamanan dalam waktu yang tidak di tentukan, oleh karena itu Pemkab Lutra menyiapkan anggaran,” tegasnya.
Dia pun merincikan, kebutuhan anggaran untuk pengamanan di Kecamatan Bone-Bone dibutuhkan sekitar Rp78 Juta. “Saat ini kami baru menyediakan anggaran sebesar Rp50 juta, dan telah dicairkan sebesar Rp30 juta. Kami akan berupaya maksimal untuk memback-up pihak keamanan. Sementara beberapa SKPD terkait sudah kami perintahkan untuk tetap stand-by di Kecamatan Bone-Bone,” ujar Arifin.
.




