Setelah menjadi jawara lomba petugas teladan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Rawa (JIR) tingkat provinsi Sulawesi Selatan tahun ini, Dinas pekerjaan Umum Kabupaten Luwu Timur kembali menerima kunjungan tim penilai tingkat Nasional dari Direktorat Jendral Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum RI, Rabu (15/10/2014).
Tim penilai ini berjumlah lima orang. Mereka adalah Erwin Ravaie, Bobby Pratiknyo, Eddy Sulaeman, Rahardjo Ari Karyanto dan Hartoyo Supriyanto.
Kedatangan tim penilai ini disambut Wakil Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan, H Baharuddin, Staf Ahli Pembangunan, La Besse dan jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kab. Luwu Timur di areal rawa tambak di Desa Wewang riu Kecamatan Malili. Visitasi ini dilakukan sekaitan lolosnya Pengamat Jaringan Rawa, AW.
Hangdika P dan Nurhalis sebagai petugas Juru Rawa Tambak dari Dinas PU Luwu Timur.
Ditemui disela-sela penilaian, Ketua Tim Penilai, Hartoyo Supriyanto mengaku terkesan dengan cara pengelolaan jaringan rawa tambak yang dilakukan keduanya. Menurutnya kedua petugas santiasi Luwu Timur ini kaya pengalaman dan tim juri mengaku banyak menerima masukan, baik melalui visitasi saat ini maupun pada saat sarasehan di Kota Padang Sumatera Barat, Agustus lalu
“Kami mengaku banyak menerima masukan,” kata Hartoyo.
Lanjutnya, Nurhalis ini sudah masuk tiga besar tingkat Nasional dan dijadwalkan akan menerima penghargaan pada puncak peringatan Hari Bhakti Kementerian Pekerjaan Umum ke 67, di Jakarta, 3 Desember 2014 sekaligus berhak diundang untuk mengkuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Negara Ke70 di Istana Negara, Jakarta.
Wakil Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler mengatakan lomba ini sangat bermanfaat untuk memacu kreatifitas para pengelola jaringan irigasi dan rawa tambak untuk senantiasa meningkatkan mutu dan kualitas penyelenggaraan pengelolaan dan pemanfaatan jaringan irigasi dan rawa tambak melalui penataaan operasi dan pemeliharaan. sehingga masyarakat
petani merasa terlayani atas kebutuhannya dengan tersedianya jaringan irigasi dan rawa tambak yang baik.
“Kami berharap ada masukan dan saran dari tim penilai agar pengelolaan JIR ini kedepannya semakin baik dan tentunya akan berkontirbusi terhadap pendapatan petani,” kunci Husler.




