Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Jelang Kenaikan Harga, Pembelian Jeriken Mulai Marak
Ekonomi

Jelang Kenaikan Harga, Pembelian Jeriken Mulai Marak

Redaksi
Redaksi Published 3 November 2014
Share
2 Min Read
SHARE

Wacana kenaikan harga BBM oleh Pemerintah nampaknya member dampak pada pembelian oleh masyarakat. Seperti terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Senin (3/11/14), banyak konsumen yang datang membeli BBM menggunakan jeriken.

Salah seorang operator SPBU mengatakan, mereka mulai melayani pembelian premium dan solar menggunakan jeriken terjadi sejak sepekan terakhir dan tidak ada larangan. Padahal sebelumnya, pembelian BBM memakai jeriken tidak diperbolehkan.

Salah seorang warga Desa Bone Lemo, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Muharram bahkan secara terbuka mengungkapkan jika dirinya membeli BBM dengan menggunakan jeriken untuk ditimbun.

Baca Juga

Ratusan Rider Ramaikan Event Trail di Latimojong

“Jelang kenaikan harga ini, saya memang membeli dengan menggunakan jeriken untuk disimpan, selebihnya akan dijual,” ujar Muharram.

Menurutnya, karena rumahnya berada jauh dari SPBU sehingga tindakan menykmpan BBM terpaksa dilakukan.

“Dalam sehari saya beli sampai 50 liter, selain untuk keperluan kendaraan, juga digunakan untuk mesin genset, selebihnya kami jual per liter,” ungkapnya.

Dia mengaku secara bebas membeli BBM dengan menggunakan jeriken karena tidak ada petugas yang berjaga.

Kepala Kepolisian Resor Luwu, Ajun Komisaris Besar, Alan Gerrit Abast, dikonfirmasi, menyebutkan, mengantisipasi terjadinya penimbunan jelang kenaikan harga BBM, pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang berpeluang melakukan penimbunan.

“Saya sudah perintahkan reserse dan intelijen untuk melakukan monitoring dan pengawasan,” kata Alan.

Sementara di Palopo, sejumlah SPBU sudah mulai kosong, pengendara yang ingin mengisi bahan bakar kendaraannya, terpaksa membeli premium botolan, meski harganya mencapai Rp 8 ribu per botol.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Bupati Lutim Apresiasi Grand Final Duta Wisata 2026 di Malili

Luwu Timur Siap Punya Charging Station, Bupati Teken MoU Kendaraan Listrik

Irwan Bachri Syam Minta Dukungan PT Vale Kembangkan Wisata Sorowako

Bupati Lutra Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas Sawah

Dua Putra Luwu Timur Wakili Sulsel di Kejurnas Taekwondo

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Amran Syam: Perbedaan Adalah Resiko Politik
Next Article SYL Kunjungi Kecamatan Seko

Rekomendasi Berita lainnya

Ekonomi

Halalbihalal Bersama Forkopimda, PT Vale Perkuat Sinergi Bangun Luwu Timur

18 April 2026
Ekonomi

MIND ID Andalkan PT Vale Dorong Rantai Pasok Baterai EV

17 April 2026
Hukum

Aparat Tindak Dugaan Perambahan Hutan di Wilayah Konsesi PT Vale

17 April 2026
Ekonomi

Komisi XII DPR RI Apresiasi Langkah PT Vale Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik

17 April 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?