Warga Kelurahan Malili Kecamatan Malili aktif memberdayakan sampah plastik dan kertas menjadi barang yang bernilai ekonomis. Melalui sentuhan tangan kreatif warga, limbah kertas dan plastik diubah menjadi barang yang bernilai seperti tas, aneka bunga, vas bunga.
Ketua Panitia Penyelenggara, Suriana Mahmud mengatakan sasaran dari pelatihan ini ditujukan bagi kelompok wanita melalui pembekalan keterampilan pembuatan karya seni dari limbah plastik dan kertas. Selain itu, juga manjadi solusi alternatif untuk mengurangi pengangguran lewat pembekalan keterampilan.
Pelatihan ini di ikuti 25 orang yang berasal dari lima lingkungan yang berlangsung selama lima hari dari tanggal 24 hingga 28 Nopember 2014 bertempat di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Malili dengan dana yang bersumber dari PNPM-MPd.
“Kegiatan ini akan dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan SKPD terkait dan pihak swasta untuk pembinaan lanjutan,” katanya.
Camat Malili, Senfry Oktavianus saat membuka pelatihan ini mengatakan sampah merupakan masalah yang tidak ada habisnya. Semakin bertambahnya jumlah penduduk akan selalu berkorelasi dengan bertambahnya jumlah sampah.
“Program ramah lingkungan seperti ini patut dibudayakan. Disamping lingkungan yang terjaga, disisi lain dapat menambah penghasilan warga,” jelasnya.
Ia berharap dari kelurahan malili, aksi nyata gerakan peduli lingkungan ini dapat menular kepada desa-desa lainnya di Kecamatan Malili.




