Warga di Kelurahan Battang dan Battang Barat, Kota Palopo, mendesak kepada pemerintah setempat untuk segera memprogramkan penambahan armada bus sekolah yang digunakan untuk mengantar pelajar dari dua kelurahan itu ke sekolah masing-masing.
Pasalnya, jumlah armada bus sekolah yang ada saat ini dinilai tidak cukup untuk mengantar pelajar ke sekolah, terlebih lagi kondisi ini berbahaya bagi siswa karena harus berdesak-desakan, dan bahkan bergelantungan di pintu bus agar dapat terangkut ke sekolah.
Erwin, warga Battang mengatakan kondisi pelajar yang terpaksa berdesak-desakan di dalam bus sekolah itu menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga Battang. Hal ini menurutnya menjadi ironi di daerah yang pemerintahnya mengaku memprogramkan APBD Pro Rakyat.
“Kami mempertanyakan program APBD Pro Rakyat yang menjadi slogan PemerintahKota Palopo saat ini, seharusnya pemerintah ounya hati dalam melihat kondisi ini,” ujar Erwin.
Dia oun mengaku menyayangkan langkah pemerintah yang lebih memprioritaskan pembelian mobil mewah untuk kendaraan Dinas Wali Kota Palopo, dibanding pengadaan bus perintis yang secara nyata sangat dibutuhkan masyarakat.
“Wali Kota Palopo! Silahkan anda ke Battang setiap pagi, saksikan sendiri berapa banyak anak-anak kami yang harus menyambung nyawa demi bisa tepat waktu tiba di sekolah mereka, tolong punya kepekaan sedikit saja,” ujar Erwin.
Menurut informasi yang dihimpun, sudah dua kali kejadian pelajar yang terjatuh dari bus akibat bergelantungan di pintu bus.
Bahkan, kasus terakhir dialami seorang siswi SMP Negeri 2 Palopo, yang mengalami luka benturan di bagian kepala, Jumat (5/12/14) kemarin.
Sementara itu, Wakil wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin yang dikonfirmasi mengaku jika pengadaan bus perintis tambahan sudah diupayakan sejak awal tahun 2014.
“Saya sudah pernah mengingatkan kepada SKPD terkait agar hal ini bisa menjadi prioritas, dan saya akan tetap memantau pada pembahasan anggaran kali iniagar pengadaan bus ini bisa dilaksanakandi tahun2015,” ujar Akhmad.
Selain itu, dia mengaku akan melakukan komunikasi dengan Anggota DPR RI dari Dapil Luwu Raya agar dapat memperjuangkan bantuan bus dari Kementerian Perhubungan Ri yang dianggarkan dalam APBN.




