Ratusan pelajar Sekolah Dasar (SD) terlihat memadati aula pertemuan Kantor Camat Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Kamis (18/12/14) pagi tadi.
Mereka (Pelajar) mendatangi kantor kecamatan tersebut bukan karena untuk melakukan aksi demonstrasi melaingkan hanya untuk mengikuti sosialisasi kesehatan mata.
Sementara, sosialisasi mata ini merupakan bagian dari Program Terpadu Pengembangan Masyarakat (PTPM) yang disusun bersama manajemen PT Vale Indonesia, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Universitas Hasanuddin, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) cabang Sulawesi Selatan, dan Yayasan Axis Medica Peduli.
“Gangguan mata yang umum kami temukan pada anak-anak adalah miopia (rabun jauh). Sering juga kami temukan astigmatisme atau mata silindris. Di sini juga sama, kami temui beberapa anak yang perlu pakai kacamata meskipun masih dalam kategori gangguan ringan,” ungkap Ahmad Ashraf Amalius, spesialis mata dari Universitas Hasanuddin.
Menurutnya, dari hasil pemeriksaan mata hari pertama, terdapat 18 anak yang mengalami gangguan refraksi dan akan diberikan bantuan kacamata. “Ada 18 anak yang mengalami gangguan mata,” ungkap Ahmad.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD 258 Sinongko, Hasmiati Abby mengapresiasi kegiatan kesehatan mata ini. “Banyak siswa kami yang punya gangguan penglihatan dan hal itu mengganggu konsentrasi belajar mereka. Kami senang sekali PTPM bisa menyentuh siswa-siswa kami,” ungkap Hasmiati.
Selain program kesehatan mata anak, dalam rangkaian program ini akan dilaksanakan juga pemeriksaan ketajaman penglihatan dan operasi katarak untuk 20 pasien Lansia di Kecamatan Nuha pada tanggal 20-21 Desember 2014 di RS Inco (Vale) Sorowako. Kegiatan ini didukung oleh dokter ahli dari Yayasan Axis Medika Peduli. (*)




