Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Gamki) Kabupaten Luwu Timur Periode 2014-2017 resmi dilantik digedung Gereja GKST Immanuel Malili, Sabtu (20/12) malam.
Para pengurus Gamki Luwu Timur ini resmi dilantik oleh Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Sulsel, Haniel A Alexander yang disaksikan Wakil Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler. Pieter K Parrangan resmi menjabat ketua Gamki Luwu Timur Periode 2014-2017 menggantikan Senfry Oktavianus.
Ketua Gamki Luwu Timur, Pieter mengharapkan dukungan seluruh pengurus dan anggota agar tulus melayani. Dirinya juga mengajak agar terus membangun sinergitas dengan pemda setempat.
“Pemuda kristen harus ikut pula mengambil bagian dalam setiap pembangunan, tidak hanya rohani tapi juga pembangun daerah,” ungkap Pieter.
Sekretaris DPD Gamki Sulsel, Haniel A Alexander mengatakan jika ada pernyataan yang mengatakan Gamki sebagai sebuah gerakan politik itu wajar. Pasalnya, kata Haniel, jika melirik sejarah, Gamki memang lahir dari semangat revolusi bahwa tidak mungkin lepas dari penjajahan jika hanya mengandalkan satu agama saja. Pemuda harus bersatu untuk meraih cita-cita revolusi yang dimulai pada kongres pemuda, pada tahun1945 lalu.
“Patron gerakan Gamki didasari etika untuk melayani, termasuk menjadi mitra strategis pemerintah, Gamki harus hadir dalam mendukung sekaligus penyeimbang dalam proses pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat,” ungkap Haniel.
Menanggapi hal ini, Wakil Bupati, HM Thorig Husler mengatakan peran strategis pemuda Gereja dalam membangun masa depan bersama bagi keutuhan bangsa merupakan panggilan mulia karena pemuda merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari bangsa Indonesia, sebagaimana yang dikatakan Haniel tadi.
“Semangat Gamki semangat pemersatu, sebab dalam tubuh Gamki seluruh pemuda yang berasal dari berbagai denominasi gereja bersatu padu untuk mengabdi dan melayani,” ungkap Husler.
Husler juga berharap, pelantikan ini bukan hanya sekedar proses seremonial belaka, tetapi lebih dari itu akan menjadi momentum bangkitnya pemuda-pemudi gereja di Luwu Timur, terutama bagi pengurus baru dalam mempersiapkan diri untuk pengembangan pikiran bagi generasi muda dalam menyampaikan aspirasinya secara konstruktif, merumuskan program-program terencana serta ikut mengambil peran aktif dalam pembangunan Daerah.




