Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi mengharapkan perayaan Hari Jadi Luwu dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu yang diperingati setiap tanggal 23 Januari setiap tahunnya, tidak hanya sekedar perayaan seremonial belaka, namun juga harus diambil nilai-nilai yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan hanya sekedar seremonial belaka, namun juga harus diwujudkan gagasan produktif dari nilai perjuangan dimasa lampau, dalam rangka kesejahteraan masyarakat Tana Luwu ini,” ujar Arjuna, sapaan akrab Arifin, saat memberika sambutan pada peringatan Hari Jadi Luwu ke-747 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-69 di taman Siswa Masamba, Kabupaten Luwu Utara.
Dia pun berharap, ke depannya harus lebih diintensifkan lagi komunikasi pembangunan di empat daerah yang berada dalam wilayah Tana Luwu, sehingga pembangunan seluruh daerah bisa lebih terarah.
“Walau terpisah secara administrative, tetapi pada dasarnya kita semua adalah satu kesatuan busaya yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Sehingga sangat disayangkan jika ada ego kedaerahan yang harus dimunculkan, apalagi jika berbicara tentang pembangunan,” tegasnya.
Untuk diketahui, peringatan Hari Jadi Luwu ke-747 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-69 tahun ini dipusatkan di Kabupaten Luwu Utara, selaku tuan rumah. Dalam peringatan ini, juga turut hadir Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang, dan sejumlah kepala daerah lainnya.
Pantauan luwuraya.com, kegiatan ini sempat diundur pelaksanaannya selama satu jam dari jadwal yang telah ditetapkan panitia. Agendanya, pelaksanaan kegiatan ini dimulai pada pukul 09.00 Wita, namun baru dimulai sekitar pukul 10.35 Wita karena Wakil Gubernur Sulsel yang terlambat tiba.
Sedianya, pelaksanaan peringatan Hari Jadi Luwu ke-747 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-69 ini dijadwalkan akan dihadiri oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Namun, kedatangan JK ditunda hingga jadwal yang belum ditentukan.
JK dijadwalkan akan hadir untuk meresmikan pembangunan Bendungan Baliase yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp1,3 triliun, yang dianggarkan melalui APBN 2015. Pembangunan bendungan ini sebesarnya sudah diwacanakan sejak tahun 1977 silam, dan baru tahun ini dapat direalisasikan.




