Kementerian Pertanian RI telah mengalokasikan kegiatan perluasan sawah untuk Kabupaten Luwu Timur tahun anggaran 2014 seluas 500 hektare dengan anggaran sebesar Rp6.487.550.000.
Dari luas areal tersebut, hampir setengahnya, atau 213,80 hektare dengan anggaran senilai Rp2.886.300.000 atau setara 42,76 persen berada di lokasi Desa Buangin Kecamatan Towuti dengan sasaran 14 Kelompok Tani.
“Dari total luasan areal perluasan sawah di Kab. Luwu Timur, hampir setengahnya dipusatkan di Desa Buangin atau wilayah Mahalona secara keseluruhan. Itu artinya, wilayah Mahalona ini bakal menjadi salah satu sentra produksi padi di masa datang,” kata Staf Ahli Pembangunan, La Besse saat melakukan penanaman perdana perdana, Rabu (28/01/15).
Ia berharap wilayah Mahalona secara keseluruhan ini nantinya dapat berkontribusi besar terhadap peningkatan produksi sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan.
Lanjut La Besse, Pembangunan pertanian tetap menjadi sektor prioritas pemerintah. Komitmen itu diwujudkan dengan mengalokasikan anggaran di sektor pertanian tahun 2015 senilai Rp18.147.023.701 melalui Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (PPP).
Dalam acara penanaman padi itu, Staf Ahli Pembangunan didampingi oleh Ketua DPRD Amran Syam, Perwira Penghubung, Simon Marthens, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, Muharif, Kepala BP4K, Nursih, Camat Towuti, Aswan Asis dan Para Kepala Desa Se Mahalona Raya.
Penanaman padi tersebut dalam rangka mewujudkan swasembada beras di Kabupaten Luwu Timur, pada areal cetak sawah baru untuk perluasan lahan tanam dan peningkatan produksi beras. Upaya ini untuk menuju terbangunnya masyarakat yang mandiri pangan.
Kadis Pertanian, Muharif mengatakan dari volume kegiatan perluasan sawah seluas 500 hektare pihaknya hanya merealisasikan seluas 435,15 hektare dengan anggaran Rp5.612.075.000 yang dikerjakan 23 kelompok tani di enam desa, 4 kecamatan. “Ini terjadi karena adanya kebijakan penghematan anggaran oleh Kementrian Pertanian,” jelasnya.
Muharif merincikan ke enam desa tersebut antara lain, dua kelompok tani di Desa Lampenai Kecamatan Wotu seluas 66,55 hektare, satu kelompok di Desa Cendana Hijau Kecamatan Wotu seluas 18,75 hektare dua kelompok di Desa Lamaeto Kecamatan Angkona seluas 45,55 hektare.
Selanjutnya tiga kelompok di Desa Solo Kecamatan Angkona seluas 71,75 hektare satu kelompok di Desa Manurung Kecamatan Malili seluas 18,75 hektare dan terakhir Desa Buangin Kecamatan Towuti (SP.3) Mahalona seluas 213,80 hektare.
Untuk mengoptimalkan fungsi saluran irigasi di KTM Mahalona ini, maka pada tahun 2015 ini dialokasikan anggaran sebesar Rp311.000.000 dari dana Bansos APBN untuk membangun pintu-pintu air yang pelaksanaanya akan dikerjakan kelompok tani.