Sedikitnya tiga desa di Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Ketiga Desa tersebut yakni Desa Ledu-Ledu, Tabarano dan Wasuponda.
“Penyakit DBD meningkat secara siknifikan, untuk wilayah Wasuponda sendiri terdapat tiga desa yang sudah terjangkit penyakit DBD tersebut yakni Ledu-Ledu, Tabarano dan Wasuponda,” ungkap Camat Wasuponda, Jony Patabai yang ditemui di warkop 533, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Rabu (11/02/15).
Menurutnya, pihak pemerintah kecamatan sudah melakukan sosialiasi kepada seluruh masyarakat Wasuponda agar kiranya dapat melakukan kebersihan pada halaman rumah masing-masing. “Kami juga sudah menghimbau masyarakat agar peduli terhadap kebersihan,” ungkap Jony.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, April yang ditemui mengatakan jika potensi sarang nyamuk diakibatkan dengan padatnya jumlah penduduk. Oleh karena itu, peran masyarakat juga sangat penting dalam memberantas penyakit DBD itu.
“Masyarakat perlu melakukan gerakan 3 M yakni menutup rapat-rapat bak mandi agar nyamuk tidak masuk bersarang, menguras bak mandi minimal satu kali seminggu dan menimbun kaleng atau wadah kosong yang berisi air kedalam tanah,” ungkap April.
Terkait penanganan penyakit ini, kata April, pihaknya juga membutuhkan agar masyarakat dapat melakukan komunikasi dengan petugas kesehatan jika sewaktu-waktu mengalami gejala penyakit ini.
“Biasanya dilakukan Fogging, langkah ini hanya sebatas membunuh nyamuk dewasa saja namun jentik-jentik atau akar-akarnya masih berkeliaran. Oleh karena itu, langkah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang paling tepat untuk dilakukan,” ungkap April.
Data yang dihimpun dari dinas kesehatan Kabupaten Luwu Timur, pada tahun 2010 distribusi kasus DBD kecamatan Wasuponda sebanyak 10 kasus, tahun 2011 meningkat 15 kasus, 2012 sebanyak 37 kasus, 2013 sebanyak 49 kasus dan 2014 sebanyak 77 kasus. (*)




