Wacana untuk mendorong kader Partai Nasdem untuk maju di Pilkada Lutim mendatang, ternyata menjadi perbincangan di internal partai yang dipimpin oleh Surya Palopo itu. Selain nama Ketua DPC Partai Nasdem, Saldy Mansyur yang diwacanakan paling berpeluang untuk mengendarai Nasdem, ternyata dua kader lainnya juga disebut berpeluang, meskipun dua kader lainnya itu hanya diwacanakan untuk posisi Calon Wakil Bupati.
Kedua kader itu yakni Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Nasdem Lutim, Muhammad Siddiq BM, dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem, Suparjo.
Salah seorang sumber yang merupakan kader dan pengurus Partai Nasdem Lutim mengatakan, pada dasarnya figur yang bakal diusung Partai Nasdem, ditentukan berdasarkan hasil survei.
Skenario pertama Partai Nasdem adalah tetap mengusung Saldy Mansyur untuk maju sebagai Calon Bupati Lutim. Hal ini berpeluang terjadi jika hasil survey Saldy Mansyur cukup bagus dan meyakinkan untuk menang.
“Namun, jika ternyata surveinya kurang meyakinkan untuk bisa menjadi pemenang, maka kami akan menawarkan kepada beliau (Saldy) untuk menempati posisi Calon Wakil Bupati, dan akan dilakukan survei untuk melihat peluang itu,” ujar sumber itu.
Skenario lainnya yang akan ditempuh Nasdem yakni mendorong dua kader Nasdem, Siddiq dan Suparjo untuk menjadi Calon Wakil Bupati Lutim untuk disimulasikan berpaket dengan figur yang namanya menguat, yakni Muhammad Thorig Husler dan Nur Husain (NH).
“Nama pak Husler dan NH saat ini merupakan figur yang paling bagus surveinya, sehingga akan dilakukan simulasi dengan memaketkan keduanya dengan kader Nasdem, dua paket itu akan disurvei lagi untuk dilihat peluang menang,” tegasnya.
Skenario simulasi ini yakni dengan memaketkan Husler-Siddiq dan NH-Suparjo, dan akan dilihat peluang dari dua paket ini, jika ternyata ada paket yang memiliki peluang menang, maka kami dari Nasdem akan ‘melamar’ Calon Bupati itu untuk menerima kader kami, dengan dasar hasil survey tersebut.
Skenario terburuk yakni tidak mengusung kader sama sekali, jika ternyata hasil survey menyebutkan dengan majunya kader Nasdem di Pilkada Lutim, kecil peluang untuk menang. “Kalau ternyata dengan skenario sebelumnya, ternyata peluangnya kecil, maka kami akan bergabung dengan calon yang kuat, sepanjang memiliki visi dan misi yang sama dengan partai,” tegasnya.
Untuk diketahui, posisi partai Nasdem cukup seksi di Pilkada Luwu Timur, mengingat partai ini mengantongi empat kursi atau pemiliki suara terbanyak kedua setelah Golkar di Pemilu 2014 lalu.




