Anggota MPR RI, Andi Fauziyah Hatta menggelar kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang digelar di Aula Kantor Bupati Luwu Timur, Jumat (6/3/15), pagi tadi.
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan SKPD, kepala sekolah, dan guru PKn se-Kabupaten Luwu Timur. Dalam RDP ini, Ichi (sapaan akrab Fauziyah) menyampaikan maksud penyelenggaraan kegiatan itu, yakni menjaring aspirasi dari daerah pemilihan masing-masing untuk dibawa dalam sidang MPR RI yang akan membicarakan tentang Empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Saat ini kita melihat banyak masalah yang terjadi di tengah-tengah kehidupan kita, yang berkaitan dengan etika dan moral, utamanya generasi muda saat ini, nbanyak kejadian seperti begal motor, pelecehan seksual yang dilakukan oleh anak di bawah umur, dan banyak kejadian lainnya, saya rasa menjadi penting untuk menanamkan empat pilar ini kepada anak didik kita,” ujar Ichi.
Namun, ada yang menarik dalam sesi tanya jawab dilangsungkan, saat itu sejumlah guru justru mempertanyakan etika legislator pusat yang kerap mempertontonkan sikap yang tidak patut ditiru.
Rezky, guru PKn dari SMA YPS Soroako misalnya yang menilai media pembelajaran bukan hanya berasal dari para guru dan buku ajaran, melainkan hal lain juga menjadi sumber pelajaran bagi siswa, seperti media massa cetak dan elektronik.
Sayangnya, sikap legislator pusat yang ditonton dimedia massa menjadi hambatan tersendiri bagi para guru untuk mengajarkan etika kepada siswanya.
“Sikap legislator yang berkelahi, membanting meja, dan sikap tidak terpuji lainnya nyaris sering terlihat di layar kaca yang ditonton secara bebas oleh masyarakat termasuk anak didik kita. Kami kerap kesulitan untuk mengajarkan tentang etika kepada siswa jika para siswa justru menjadikan sikap legislator kita sebagai contoh,” ujar Rezky.
Dia pun meminta kepada Ichi untuk menyampaikan kepada seluruh legislator di DPR RI untuk bisa menjaga sikap agar layak untuk diambil contoh oleh anak didik di Indonesia.
Menanggapi hal itu, Ichi mengatakan kejadian yang terjadi di ruang sidang DPR RI, tidaklah separah seperti yang terlihat oleh masyarakat. Hanya saja, media massa kerap mem-blow up peristiwa ini, sehingga kejadian ini menjadi tampak heboh.
“Saya kasih contoh keadian anggota DPR RI yang diberitakan membanting meja saat sidang membahas kelengkapan dewan, saya yakinkan bahwa kejadiannya tidak seperti itu, yang bersangkutan saat itu akan melintas dan tangannya sedang memegang meja, mungkin saja meja yang terlalu ringan atau tenaga anggota dewan itu yang terlalu keras, sehingga meja itu terbanting, sehingga oleh media massa kemudian disebutkan jika ada yang membanting meja. Saya mengetahui hal itu karena saya duduk dekat dengan yang bersangkutan,” tegasnya.
Ichi juga mengungkapkan jika dirinya dititipi pesan oleh Ketua DPR RI, Setya Novanto, permintaan maaf atas kejadian yang tidak selayaknya oleh anggota DPR RI yang dipertontonkan kepada masyarakat.




