Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) disetiap daerah akan dibersihkan setelah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia (RI) telah resmi mengeluarkan surat keputusan kepengurusan Partai.
Pembersihan kepengurusan ini disebabkan karena masa kepengurusan sudah habis dan nantinya akan digantikan dengan pelaksana tugas (Plt).
“Kita menunggu surat keputusan kepengurusan dari kemenkumham, kalau itu sudah ada maka akan turun ke daerah membersihkan kepengurusan yang sudah habis masa kepengurusannya,” ungkap Wakil Bendahara DPP Partai Golkar, Badaruddin Andi Piccunang kepada awak media via telepon.
Dalam menghadapi Pilkada serentak ini, Partai berlambangkan pohon beringin ini akan membuka pendaftaran Bakal Calon (Balon) Bupati dan wakil Bupati Luwu Timur pada bulan April mendatang.
“Golkar akan membuka pendaftaran pada bulan April ini. Kewenangan di daerah nantinya akan mengusulkan lima Balon dan tiga Balon di Provinsi untuk diusulkan ke DPP,” ungkap Badar sapaan akrab Badaruddin Andi Piccunang ini.
Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Luwu Timur, Andi Hatta Marakarma yang ditemui, Kamis (19/03/15) mengatakan dirinya akan menerima pembersihan kepengurusan tersebut jika nantinya itu sudah menjadi keputusan partai.
Bupati dua periode ini juga mempertanyakan kapasitas Badaruddin terkait statement untuk membersihkan kepengurusan partai Golkar disetiap daerah termasuk Luwu Timur ini.
“Golkar ini bukan milik siapa-siapa, kita semua taat aturan kalau itu ada mandat dari pusat, tidak ada masalah buat kita disini, pertanyaanya, apakah Badaruddin punya mandat, adakah legitimasinya sehingga mengeluarkan statmen seperti itu? Secara pribadi dia tidak boleh bicara seperti itu kalau tidak ada mandat dari DPP,” ungkap Hatta.
Hatta juga mengakui akan siap dievaluasi jika masa jabatan kepengurusannya habis dan menjamin tidak ada reaksi dari DPD II Golkar Luwu Timur ini.
“Kalau itu diambil alih maka kami siap, kami mau suksesi pergantian pimpinan ini yang aman-aman saja, kami tidak mau Golkar ini ditinggal begitu saja, saya ini kader Golkar dari dulu,” ungkap Hatta. (*)




