Kabupaten Luwu Timur terpilih menjadi tuan rumah pertemuan raya nasional perdana Persekutuan Kaum Bapak Gereja Toraja (PKBGT). Pertemuan yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia ini dibuka langsung Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo yang ditandai dengan penekanan tombol serine dan pelepasan balon ke udara di halaman gereja Jemaat Betesda Towuti Kecamatan Towuti, Senin (02/11/15) malam.
Acara pertemuan raya ini juga dihadiri Anggota DPR RI, Markus Nari, Penjabat Bupati Luwu Timur, Irman Yasin Limpo, Ketua DPRD Amran Syam, Kapolres Luwu Timur, AKBP Mokhammad Alfian Hidayat, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (GPI), Pdt. Henriette Hutabarat Lebang, Ketua Umum PKBGT, Welem Sambolagi, dan Ketua Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja, Pdt. Musa Salusu
Penjabat Bupati, Irman Yasin Limpo mengatakan Pertemuan Raya Nasional yang pertama kali dilaksanakan ini, melibatkan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia khususnya Gereja Toraja yang berjumlah 89 Klasis dengan jumlah jemaat 1.030 Jemaat dan tersebar di 13 Provinsi di Seluruh Indonesia.
“Menjadi tuan rumah menandakan bahwa kami pemerintah dan Pengurus Klasis Malili dan Gereja Toraja Jemaat Betesda Towuti di Wawondula, ditunjuk sebagai pelaksana. Ini tentu bukan sebuah kebetulan, akan tetapi ini sebuah bentuk kepercayaan bagi kami Pemerintah Kabupaten Luwu Timur,” tandasnya.
Irman juga melaporkan bahwa pelaksanaan Pilkades serentak berlangsung di 51 Desa berlangsung aman dan kondusif. Tidak hanya itu, jelang Pilkada serentak situasi kamtibmas di Luwu Timur tetap keadaan kondusif. Ini semua berkat dukungan dan kerjasama seluruh komponen masyarakat termasuk dukungan TNI dan Polri yang senantiasa bersama-sama mewujudkan situasi aman dan kondusif.
Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo mengatakan pertemuan raya perdana kaum bapak ini harus dimaknai dan dipahami apa yang menjadi tugas, peran dan tanggungjawab sebagai bapak kepada Tuhan. Dalam artian, mengawal dengan dengan baik keluarga dalam rahmat dan kasih sayang Tuhan.
“Pertemuan kaum bapak ini harus mampu menggugah kesadaran akan tanggung jawab kepada diri sendiri, tanggung jawab terhadap istri dan tanggung jawab terhadap anak-anak, tanggungjawab sesama komunitas gereja dan sesama manusia. Intinya jika dia memaknai agamanya lebih baik, maka tanggung jawabnya dalam kehidupan juga akan lebih baik,” jelasnya.
Dalam acara itu pula, Gubernur Sulsel juga memberikan bantuan untuk pembangunan Gereja senilai Rp100 Juta Rupiah dan 100 sak semen. Ditambah lagi bantuan dari Anggota DPR RI Markus Nari juga senilai Rp100 Juta.




