Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Musik Etnik Toraja Akan Jadi Jualan Krakatau Band
Budaya

Musik Etnik Toraja Akan Jadi Jualan Krakatau Band

Redaksi
Redaksi Published 4 Oktober 2012
Share
3 Min Read
SHARE

Karenanya, Krakatau Band yang merupakan grup band jazz ternama di Indonesia, sedang menggarap proyek besar dengan membuat album yang bertema musik etnik Sulawesi Selatan (Sulsel) khususnya Toraja.

Dwiki Darmawan, pentolan Karakatau Band, mengatakan album musik etnik dengan latar belakang daerah Sulsel merupakan yang keenam kali dilakukannya bersama teman-temannya satu grup, karena sebelumnya, Krakatau Band telah memiliki album etnik dari beberapa daerah, seperti musik etnik Flores (Nusa Tenggara Timur), Kerinci (Jambi), Sunda (Jawa Barat), Jawa dan Dayak (Kalimantan).

“Proyek penggarapan album dengan ciri khas musik etnis sudah dilakukan band ini sejak 2006. Dan akhir tahun ini, kami akan mengorbitkan musik etnik Sulawesi Selatan. Karenanya sekarang kami sekarang mulai melakukan eksplorasi untuk menganali kekhasan nusik di Sulsel,” ungkap Dwiki.

Memilih Sulawesi Selatan bukan tanpa alasan. Di mata Dwiki, musik-musik etnik Sulawesi Selatan memiliki nilai jual dan kekhasannya sendiri. Apalagi musik khas Sulsel masih jarang diangkat dibanding daerah lainnya seperti Sunda, Bali, Jawa, Maluku dan Papua. Makanya bagi Dwiki, Sulsel merupakan daerah yang penting untuk disorot terkait alat dan vocal musik etnik.

Dia menyebutkan sejumlah hal yang menjadi nilai lebih musik khas Sulsel. Seperti ritme pukulan gendangnya yang dikenal dengan istilah Gandrang Pakkanjara, memiliki teknik meniup tanpa henti menggunakan alat yang disebut pa’pui-pui serta olah vocal unik. Sehingga melalui proyek itu, alat musik modern nantinya akan dikolaborasi dengan alat-alat musik khas Sulsel, seperti gandrang pakkanjara, suling bambu, puipui dan kecapi.

Dijelaskan Dwiki, penggarapan album ini kemungkinan besar akan memakan waktu yang lama. Butuh waktu sekitar satu tahun dan target akan launching Januari 2012. Pada tahap awal, Krakatau Band yang difasilitasi oleh One Note Entertainment, akan mengawali perjalanan panjang ke Kabupaten Tana Toraja, sekitar 300 kilometer dari Makassar.

Mereka akan mengambil bahan yang bisa dijadikan kekuatan dalam pembuatan album etnik Krakatau Band tersebut. Toraja, menurut Dwiki, menjadi obyek dalam proyek tersebut karena mempunyai daya tarik dibanding daerah lainnya di Sulsel.

Dari Toraja, Krakatau Band akan kembali ke Makassar dan akan mengelilingi ibukota provinsi Sulsel ini. Setelah itu, Krakatau Band akan melakukan workshop selama enam kali untuk mematangkan penggarapan album tersebut.

“Kami tidak mau sembrono. Karena alat musik tradisional mempunyai keluhuran dan kesakralan. Kami tidak mau hanya menempelkan musik etnik sebagai ornament dan aksesoris dalam album ini. Tapi sebagai sebagai spiritnya. Makanya memakan waktu yang lama,” tegasnya.

Menanggapi proyek yang fokus pada musik etnik di beberapa daerah, Dwiki mengaku cukup bangga lahir dan menjadi rakyat Indonesia. Ia juga merasa makin percaya diri setelah berhasil mengelaborasi musik etnik tradisional dengan alat musik modern. Suami Ita Purnamasari ini juga menganggap bahwa kekayaan budaya dan alat musik Indonesia merupakan kekuatan dan tidak kalah dengan alat musik negara lain. (lr/ar)

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Buka Rakerwil KAHMI, Bupati Budiman Paparkan Program Prioritas

Kadis Perpustakaan Lutim Harap Pustakawan Punya Inovasi Untuk Tingkatkan Minat Baca

Bupati Budiman Bersama Ketua TP PKK Kunjungi Pemondokan Kafilah Lutim

Amran Syam Sarankan Calon Direktur PDAM Dilakukan Fit And Proper Test

Bupati Luwu Timur Melayat di Kediaman Tokoh Masyarakat Wotu

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Pemkab Tana Toraja Gelar Semiloka Seabad Injil Masuk Toraja
Next Article Belasan Dokter di Enrekang Dibiayai Pemerintah
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Might Also Like

Luwu Timur

Tampilkan Kereta Kencana, Desa Bangun Jaya Ikuti Devile Roadshow Kebudayaan Tomoni

7 Juni 2024
DPRD Luwu Timur

Bupati Serahkan Empat Buah Ranperda Ke DPRD Lutim

2 September 2016
Luwu Timur

Bupati Luwu Timur Lantik Serentak 61 Kepala Desa

18 November 2021
Luwu Timur

Pasar Rakyat Wotu Resmi Beroperasi

19 Maret 2020
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?