Sebanyak dua siswa yang menjadi penghuni Lapas Kelas II A Kota Palopo, batal mengikuti ujian nasional (UN) tingkat SMU yang digelar hari ini. Padahal, kedua siswa itu sudah dijadwalkan akan mengikuti ujian bersamaan dengan pelaksanaan UN yang diikuti ratusan siswa lainnya.
Kedua siswa tersebut yakni Andi Cakra, Siswa SMK GOW Belopa, Kabupaten Luwu yang berstatus sebagai nara pidana, sementara satu orang siswa lainnya Reski Amir dari SMK Analis Mandala Bakti Kota Palopodan berstatus sebagai tahanan titipan Polres Palopo.
Sedianya, kedua siswa ini sudah dijadwalkan untuk mengikuti UN. Cakra dijadwalkan untuk mengikuti UN di Lapas Palopo, namun hingga jadwal yang ditentukan pihak sekolah maupun pengawas ujian tidak kunjung mendatangi Lapas untuk membawa soal tes ujian.
Sementara Reski, dijadwalkan untuk mengikuti ujian di sekolahnya dengan dijemput oleh pihak kepolisian setempat, namun hingga hari pelaksanaan ujian, kepolisian belum melayangkan surat rekomendasi untuk mengikuti ujian di sekolah.
Kepala Lapas Kelas II A Palopo, Kusnali mengatakan pihaknya tetap memfasilitasi kedua siswa itu untuk mengikuti UN, namun hingga pukul 09.00 Wita, baik pihak sekolah maupun kepolisian tidak kunjung datang.
“Sebenarnya ada dua siswa yang dijadwalkan akan mengikuti UN, satu siswa berstatus narapidana, sementara satu lainnya berstatus tahanan titipan kepolisian,” ungkapnya.




