Hujan deras yang mengguyur Kota Palopo mengakibatkan banjir menggenangi pemukiman warga malam tadi. Parahnya, pada banjir kali ini menggenangi sejumlah lokasi yang sama sekali tidak ternah terjadi banjir sebelumnya.
Pantauan luwuraya.com, banjir menggenangi sejumlah titik seperti di Jl Cakalang, Jl Andi Tadda, Jl Carede, Jl Yusuf Arif, Jl Akhmad Razak, Pate’ne, Perumahan Anggrek, Perumahan Merdeka, dan Perumahan Nyiur.
Banjir terparah terjadi di Kelurahan Ponjalae, dimana ketinggian air mencapai 80 centimeter. Diduga, buruknya sistem drainase kota menjadi penyebab terjadinya banjir tersebut. Bahkan, sejumlah titik banjir diketahui baru kali ini mengalami kebanjiran, seperti di Kompleks Perumahan Anggrek.
Salah seorang warga Anggrek, Khia mengaku jika banjir yang terjadi di perumahan tersebut baru kali ini terjadi. “Selama 34 tahun tinggal di BTN Anggrek, baru kali ini saya lihat air mengalir masuk rumah, sampai-sampai dapur dan ruang keluarga sudah seperti kolam,” ujarnya.
Bencana banjir kali ini menjadi ironi, mengingat Wali Kota Palopo, Judas Amir sebelumnya sudah menjamin Kota Palopo bebas banjir. Apalagi, program Palopo Mappaccing Toda’ yang menjadi kampanye Pemkot Palopo saat ini diklaim sebagai langkah untuk mengatasi banjir yang terjadi di daerah itu.
Hingga saat ini belum ada klarifikasi dari pemerintah terkait banjir yang terjadi kali ini, termasuk kerugian dan jatuhnya korban dalam peristiwa ini. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo tampak masih sibuk melakukan antisipasi di lapangan termasuk menyiapkan ambulance guna melakukan evakuasi jika terjadi hal tidak diinginkan.




