Seorang pemuda asal Desa Bawalipu yang diketahui bernama Fahri (25) dikeroyok massa di Dusun Saluborro, Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, Luwu Timur, Senin (20/04) sekitar 08.00 wita pagi tadi.
Pengeroyokan itu terjadi lantaran pelaku diduga akan melakukan pemerkosaan terhadap korban yang diketahui berinisial (NO) warga Dusun Saluborro, Desa Bawalipu.
Kapolsek Wotu, AKP Jamal Ansar yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian ini. “Memang ada kejadian itu dan saat ini penyidik masih memintai keterangan pelaku dan korban percobaan pemerkosaan tersebut,” ungkap Jamal.
Saat diintrogasi, korban ini mengaku telah didorong pelaku kesebuah tempat tidur. Selain didorong, pelaku juga mencekik leher korban. “Saya kaget melihat dia (pelaku) masuk kerumah dan langsung mendorong saya ditempat tidur dan mencekik leher saya,” ungkap NO dihadapan penyidik, Bripka Kasman.
Menurut korban, dirinya melawan saat insiden itu terjadi dan berupaya meminta tolong kepada warga setempat. Alhasil, setelah dirinya berteriak selama empat kali, wargapun langsung berdatangan. “Untung saja warga cepat datang dan menolong saya pak setelah saya berteriak meminta tolong sebanyak empat kali,” ungkap korban.
Dari pengakuan pelaku, kejadian ini bermula disaat dirinya sedang memancing ikan disebuah empang dekat rumah korban. Saat asik memancing, kata Fahri, dirinya diteriaki oleh warga dengan sebutan ‘Kolor Ijo’ sehingga langsung berlari dan akhirnya masuk kerumah korban.
“Saya lagi memancing pak, saya diteriaki kolor ijo akhirnya saya lari kerumah warga bersembunyi karena takut dihakimi warga,” ungkap Fahri saat ditemui awak media disel tahanan Mapolsek Wotu, Senin (20/04/15) pagi tadi.
Saat diketahui bersebunyi dirumah warga, kata Fahri, dirinya pun kembali diteriaki oleh warga akan melakukan pencurian. “Saya hanya bersembunyi, ibu itu (NO) teriaki saya pencuri sehingga warga berdatangan dan memukuli saya,” ungkapnya.




