Warga di Kabupaten Luwu Timur mengeluhkan pemadalam listrik yang dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang terjadi sejak Jumat (24/4/15) kemarin hingga Sabtu (25/4/15) dini hari ini. Pemadaman listrik tersebut sudah lebih dari 12 jam lamanya.
Pemadaman listrik itu bermula sejak pukul 14.30 Wita siang kemarin, dan hingga pukul 03.27 dini hari ini, belum ada tanda-tanda listrik bakal menyala kembali.
Yudha, salah seorang pengusaha warung kopi dan rumah bernyanyi di Malili mengaku jika pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN itu sangat merugikan usahanya. “Apalagi kami tidak memiliki genset untuk membcakup listrik di usaha kami, akibatnya sejak pemadaman listrik, usaha rumah bernyanyi kami terpaksa tutup,” ujar Yudha.
Hal senada juga diungkapkan Erwin, salah satu kontraktor di Malili yang mengaku mengalami kerugian akibat adanya pemadaman listrik yang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu itu. Pasalnya, dirinya tengah melakukan penawaran tender online saat listrik padam secara tiba-tiba.
“Penawaran tender tidak bisa kami lanjutkan akibat listrik yang padam ini, kami menunggu sejak siang hari hingga malam, listrik tidak kunjung menyala juga,” keluhnya.
Menurutnya, pemadaman listrik di Luwu Timur memang kerap terjadi, dan sepertinya sudah menjadi kebiasaan oleh pihak PLN melakukan pemadaman. “Hampir setiap hari terjadi pemadaman listrik, tetapi kali ini yang paling parah, sudah lebih 12 jam listrik padam dan belum ada tanda-tanda bakal menyala,” keluhnya lagi.
Akibat pemadaman listrik tersebut berbagai aktivitas masyarakat di Malili cukup terganggu. Belum diketahui pasti penyebab pihak PLN melakukan pemadaman listrik tersebut. Pihak Manager PLN Ranting Malili, Suhardi yang ciba dikonfirmasi tidak berhasil dihubungi nomor ponselnya.




