Puluhan korban pasca bencana banjir mengeluhkan pelayanan yang disiapkan oleh pemerintah daerah (Pemda) Luwu. Pasalnya, posko penanganan korban banjir tersebut terlihat kosong saat warga berdatangan untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Kami belum berobat pak karena petugasnya belum datang sehingga kita harus menunggu dulu,” ungkap Yurni, korban musibah banjir itu.
Hal senada juga disampaikan, Wahyuni. Menurutnya, dirinya cukup kesal dengan pelayanan yang disiapkan di posko penanganan korban banjir tersebut. “Harusnya perawatnya bergantian supaya posko tidak dalam keadaan kosong soalnya warga sangat membutuhkan,” ungkap Wahyuni, warga Kecamatan Lamasi Timur.
Sebelumnya, tujuh Desa di Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu terendam akibat jebolnya tanggul penahan air sungai Lamasi sehingga aktifitas warga terganggu begitu juga dengan Sekolah Dasar (SD) nomor 379 Pompengan yang memilih meliburkan siswanya selama dua hari.
Namun, Kamis 7 Mei 2015 ini, banjir pun sudah mulai surut sehingga aktifitas belajar mengajar mulai terlaksana meskipun dengan kondisi terbatas.
“Kami meliburkan selama dua hari dan sekarang proses belajar kembali kita lakukan meskipun belum maksimal karena masih adanya genangan air,” ungkap Abaran, Kepala Sekolah SD 379 Pompengan.




