Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Begini Cara Membedakan Beras Asli dengan Sintetik
Ekonomi

Begini Cara Membedakan Beras Asli dengan Sintetik

Redaksi
Redaksi Published 24 Mei 2015
Share
2 Min Read
SHARE

Isu peredaran beras sintetik atau beras plastik telah membuat kekhawatiran ditengah masyarakat. Pasalnya, secara sekilas, sangat sulit membedakan beras asli dengan palsu.

Meski begitu, secara fisik tampilan beras plastik ini sangat berbeda dengan beras asli, baik saat masih berbentuk beras, maupun sudah dimasak.

1. Bentuk dan Tekstur Bulir Beras

Ketika membeli beras, perhatikan secara seksama bentuk dan tekstur beras yang akan dibeli. Beras asli memiliki bulir yang menggelembung, pada bulir juga terlihat guratan bekas mesin penggiling, warnanya juga tidak seluruhnya bening, tetapi ada kandungan warna putih susu. Sedangkan pada beras plastik, tidak terlihat guratan pada beras, dan warnanya bersih dan bening.

Selain itu, pada beras asli, terdapat warna putih di setiap ujungnya yang menandakan adanya kandungan zat kapur sebagai kandungan karbohidrat.

2. Beras Ketika Dimasak

Beras asli akan menyerap air dengan cepat ketika direndam. Tektur beras asli terasa lembut dan air rendaman akan berwarna putih, dan ketika dimasak beras akan mengeras tetapi tekstur kelembutan masih ada.

Sedangkan beras palsu ketika direndam sangat lambat menyerap air atau tidak langsung menyatu dengan air. Air rendaman juga tidak akan berubah menjadi putih sebagai tanda jika beras tidak mengandung zat putih kapur. Begitu pula ketika dimasak, maka beras awalnya akan lembek dan semakin lama semakin mengeras dan tidak lembut.

3. Aroma dan Rasa

Aroma beras palsu cenderung mengeluarkan bau sengit dan beraroma bahan kimia. Untuk beras asli akan mengeluarkan aroma lebih wangi karena H2O di beras yang menjadi nasi akan mengeluarkan bau yang harum, selain itu juga glukosa pada beras keluar dengan sempurna

Beras asli juga memiliki rasa manis karena glukosa dan karbohidrat dalam beras terurai sempurna. Sedangkan beras palsu rasanya hambar dan tawar tidak memiliki rasa.

(Sumber: dari berbagai media)

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Terkait Banjir, Judas Tidak Percaya Penjelasan Dinas PU Palopo

Kelangkaan Solar Jadi Perhatian Indah di High Level Meeting TPID

Reklamasi Capai 50 Persen, PT Vale Percepat Pemulihan Lahan Pascatambang

KP2KP Masamba Sosialisasi Pajak ke Sekolah Dengan Lomba Joget

Karena Dimutasi, PNS Ini Menangis Dihadapan Legislator

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Diskoperindag Akan Awasi Ketat Peredaran Beras di Palopo
Next Article PKS Pastikan Akan Usung Kader di Pilkada Lutim

You Might Also Like

Hukum

Kebakaran di Andi Tadda Berhasil Dikuasai Pemadam

3 November 2013
Ekonomi

Luwu Timur Matangkan Persiapan Menuju APKASI Otonomi Expo 2025

29 Juli 2025
Hukum

Tak Mau Kecolongan Lagi, Polisi Siap Menembak

24 April 2013
Klik untuk memperbesar
Hukum

Polisi Temukan Benda Mencurigakan di Kantor Wali Kota Palopo

1 April 2013
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?