Pemadaman listrik yang kerap dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) mendapat tanggapan serius oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur.
Setelah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP), Jum’at (30/05/15) kemarin, DPRD telah memutuskan akan melakukan konsultasi dengan komisi tujuh DPR – RI yang membidangi Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Terkait listrik yang ada di Luwu Timur, kami akan melakukan konsultasi dengan komisi tujuh,” ungkap Muhammad Siddiq, wakil ketua DPRD Luwu Timur.
Menurutnya, masalah kelistrikan ini harus segera diselesaikan karena merupakan kebutuhan seluruh masyarakat Luwu Timur. “Dalam dekat ini kami juga akan bertamu ke PT Vale,” ungkap legislator Nasdem ini.
Kepala PLN Ranting Malili, Suhardi mengatakan pemadaman yang dilakukan hanyalah gangguan teknis alam, jaringan listrik yang ada digunung Hasan, Kecamatan Towuti terputus.
“Kami meminta maaf atas gangguan ini, sebenarnya perbaikan cepat namun akses ketempat kejadian itu sangat jauh dan mendaki sehingga butuh berjam – jam,” kata Suhardi.
Suhardi mengakui kalau Kabupaten Luwu Timur memerlukan daya listrik 10 – 11 Mega Watt (MW) agar dapat keluar dari persoalan padamannya listrik tersebut.
“PLN akan meminta bantuan ke PT Vale, apa lagi menjelang bulan ramadhan, tahun ini, listrik akan masuk ke tiga Desa sehingga otomatis listrik di Luwu Timur akan semakin kritis sehingga moratorium pemasangan KWH perlu dilakukan,” ungkap Suhardi.
Turut hadir dalam RDP ini, Wakil Ketua DPRD, Muhammad Siddiq, Ketua komisi III, H. Usman Sadik, ketua fraksi PDIP, Esra Lamban, asisten Ekonomi Pembangunan (Ekbang), Abriansyah, Kepala Bappeda, Muh. Zabur, kadis ESDM, Firnandus Ali, dan kepala PLN Ranting Malili, suardi.




