Kepolisian Sektor (Polsek) Nuha telah mengamankan tiga orang pelaku kasus pencurian yang terjadi di Dusun Kuari, Desa Asuli, Kecamatan Towuti, Kamis (25/6) lalu. Ketiga pelaku itu diketahui warga Dongi Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur.
Informasi yang dihimpun, Firmanzah (21) bersama dua orang lainnya yakni Aswan (15), dan Ferminan (19) berniat akan membuat jeratan ayam hutan diwilayah tempat kejadian perkara ( TKP) di Dusun Kuari, Desa Asuli. Entah mengapa dirinya (pelaku) mengambil batu slag milik perusahaan tambang Nikel PT Vale Indonesia Tbk.
Ketahuan telah mengambil barang tersebut, salah seorang security PT Vale Indonesia pun memukuli pelaku itu dan membawanya ke plant site pukul 15.30 wita dan selanjutnya diserahkan ke pihak kepolisian setempat pukul 18.00 wita sore, Kamis lalu.
Akibat kejadian ini, keluarga Firmanzah pun tidak menerima kejadian pemukulan itu. Harusnya, kata Yadin, sikap main hakim sendiri yang dilakukan oleh oknum security tersebut tidak dilakukan. “Kalau memang terbukti mencuri silahkan laporkan saja kepihak penegak hukum jangan langsung memukuli,” ungkap Yadin, keluarga pelaku.
Dirinya juga menyayangkan kurangnya pengawasan dari pihak PT Vale Indonesia dilokasi tempat kejadi pencurian itu. “Kalau memang barang itu dilarang untuk diambil, paling tidak, ada tanda – tanda, atau security ataukah lokasi itu dipagari oleh perusahaan,” ungkapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Nuha, Kompol Sunarjo yang dikonfirmasi via telepon, Selasa (30/06/15) membenarkan adanya kasus pencurian yang ditanganinya. Menurut Sunarjo, berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku tersebut telah terbukti melakukan pencurian dan dikenakan pasal 362 dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.
“Mereka terbukti melakukan pencurian, barang bukti hasil pencuriannya itu sudah ada di Polsek sebanyak kurang lebih 150 Kilo Gram, salah seorang dari mereka sudah tiga kali melakukan pencurian,” ungkap mantan kasi intelejen Mapolres Luwu Timur.
Terkait pemukulan itu, kata Sunarjo, pihak kepolisian sudah membawa korban ke rumah sakit milik PT Vale Indonesia untuk divisum. Namun, dari hasil pemeriksaan dokter telah disimpulkan tidak ada tanda – tanda kekerasan yang dialaminya.
“Hasil visum dari dokter kalau tidak ada tanda – tanda kekerasan dan korban juga dalam keadaan sehat – sehat saja,” ungkapnya.
Sunarjo pun menyarangkan agar pihak perusahaan juga mengawasi lokasi tersebut agar tidak terkesan menjadi jebakan oleh warga lainnya. “Lokasi itu harus dijaga atau paling tidak barang – barang yang dianggap penting oleh perusahaan agar dimasukkan ke gudang saja,” harapnya.




