Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu Timur akan menggelar rapat persiapan pemuktahiran data pemilih yang akan berlangsung dikantor KPU, Senin (06/07/15) hari ini. Dalam kegiatan ini, 55 orang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) juga ikut dikumpul.
Ketua KPU Luwu Timur, Muhammad Nur, mengatakan, pemuktahiran data pemilih ini berdasarkan hasil analisis Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dalam rangka menentukan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Hasil pemetaan TPS yang dilakukan oleh PPK sudah ada bayangan, sehingga Panitia Pemungutan Suara (PPS) juga akan diminta untuk mengangkat Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) satu orang untuk satu TPS,” ungkap Muhammad Nur.
Nantinya, kata Muhammad Nur, petugas (PPDP) itu akan menjalankan tugas untuk mendatangi setiap rumah – rumah warga (door to door) dalam rangka melakukan pendataan dengan membandingkan atau memfaktualkan data DP4 dengan fakta dilapangan.
“PPDP itu harus memahami wilayah kerjanya, karena bertambah atau berkurangnya DP4 itu merupakan hasil verifikasi mereka (PPDP) sehingga PPS diminta agar tidak salah mengangkat PPDP,” harap Nur.
Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dihelat 9 Desember mendatang, KPU sebenarnya berencana akan menyiapkan sebanyak 500 TPS yang disebar di 11 Kecamatan di Kabupaten Luwu Timur.
“Kita lihat dulu hasil pemetaan dari teman – teman PPK, apakah rencana kita untuk menyiapkan 500 TPS itu sudah sesuai atau tidak, dan pastinya kita berdasarkan regulasi jumlah pemilih, maksimal 800 orang per TPS,” ungkapnya.
Untuk diketahui, KPUD Luwu Timur telah menerima rekapitulasi hasil analisis Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dari KPU Pusat dengan jumlah DP4, 201.190 orang.
Dari jumlah tersebut, masing – masing, Kecamatan Angkona, 17.127 orang, Burau, 25.359 orang, Kalaena, 8.394 orang, Malili, 27.433 orang, Mangkutana, 16.613 orang, Nuha, 16.860 orang, Tomoni, 18.318 orang, Tomoni Timur, 9.364 orang, Towuti, 23.498 orang, Wasuponda, 14.334, dan Wotu, 23.890 orang.




