Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) telah menemukan kandungan klorin didalam pembalut menstruasi wanita.
Penemuan klorin tersebut juga berdampak pada wanita yang ada di wilayah Luwu. Pasalnya, para wanita pun bingung dalam memilih pembalut yang aman untuk kesehatan.
“Kami bingung memilih pembalut yang aman bagi kesehatan pasca adanya temuan kandungan klorin didalam pembalut,” ungkap Fitriani, warga Belopa, Kabupaten Luwu.
Selain itu, sejumlah staf perempuan di dinas Kesehatan Luwu, juga mengaku takut menggunakan pembalut. Mereka meminta agar pemerintah segera berkoordinasi dengan produsen pembalut.
Kepala dinas kesehatan kabupaten Luwu, Suharkimin, mengatakan, kandungan klorin yang disematkan dalam pembalut, berfungsi mempercepat serapan darah, dan bisa berdampak negatif pada organ reproduksi, dan akibat fatalnya adalah timbulnya kanker.
“Bisa iritasi organ kewanitaan, keputihan dan gatal-gatal, kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait karena masyarakat kita khususnya perempuan mulai resah,” ungkap Suharkimin.
Dirinya juga meminta agar penggunaan pembalut diminimalisir, alternatif yang bisa dilakukan adalah menggunakan dalaman yang tebal atau menghindari kontak langsung dengan pembalutnya.
Pengelola supermarket di Belopa, Ardiansyah mengaku belum menerima perintah untuk menarik sejumlah produk pembalut yang dijual di tokonya. Biasanya, kata Ardi, jika ada produk yang bermasalah, pasti akan ada pemberitahuan melalui Email untuk dilakukan penarikan produk.
“Kami juga baru dapat informasinya, tetap kami jual karena belum ada perintah untuk menariknya,” ungkapnya.




