Perjualan hewan kurban di Kota Palopo, untuk musim Hari raya Kurban tahun ini, mengalami peningkatan. Padahal, harga jual hewan kurban untuk tahun ini mengalami peningkatan hingga Rp1 juta, dibanding harga jual tahun sebelumnya.
Pantauan Luwuraya.com di sejumlah titik penjualan hewan kurban di Palopo, harga jual hewan kurban mengalami peningkatan hingga Rp1 juta dibanding tahun sebelumnya. Untuk sapi, harga jual terendah sebesar Rp9 juta dan tertinggi sebesar Rp12 juta.
Meski begitu, pedagang menjamin, hewan kurban yang dijual tersebut bebas dan penyakit dan memiliki kualitas yang baik. Pasalnya, kondisi kesehatan hewan telah menjalani pengecekan dari intansi terkait.
Mahmud, salah seorang pedangan hewan kurban di Palopo mengatakan permintaan hewan kurban untuk tahun ini cukup tinggi. Dirinya bahkan menyiapkan sebanyak 52 ekor sapi, dan hingga saat ioni tersisa 10 ekor sapi saja yang belum terjual.
“Harganya naik sekitar Rp1 juta disbanding harga jual tahun lalu,” ujar Mahmud.
Sementara itu, Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Palopo intens melakukan pengecekan kesehatan terhadap hewan kurban yang dijual. Dokter Hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Palopo, Burhanuddin mengatakan pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini dilakukan guna menjamin agar siap dikonsumsi.
“Pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan meli[puti kesehatan mulut, gigi, mata dan perut. Kami juga menyuntikkan vitamin pada hewan kurban agar tetap sehat,” ungkap Burhanuddin.
Dia merincikan, selama melakukan pemeriksaan kesehatan di sejumlah titik penjualan hewan kurban di Palopo, pihaknya baru menemukan satu hewan kurban yang mengalami gangguan kesehatan pada mata. “Hewan kurban yang memiliki gangguan kesehatan ini sedang kami tangani untuk dilakukan perawatan, agar pada saat dilakukan kurban nanti sudah dalam kondisi sehat,” ujarnya.
Secara umum, Burhanuddin menjamin bahwa kualitas hewan kurban yang dijual di Palopo disimpulkan layak konsumsi. “Kami mengimbau warga agar berhati hati dalam memilih hewan kurban,dan tidak sembarang membeli hewan kurban yang berasal dari luar Kota Palopo yang belum melalui pengecekan kesehatan terlebih dahulu,” tegasnya.




