sebanyak 60 orang tim relawan dari desa Pongkeru dan Kasintuwu di Kabupaten Luwu Timur menggelar pelatihan penanggulangan tanggap darurat bencana yang berlangsung sejak 24 hingga 28 November ini.
Pelatihan bagi tim Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) ini dihadiri Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan, Basarnas Makassar dan Manggala Agni Malili.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan, Pencegahan dan Pemadam Kebakaran Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur, Andarias Miding mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan ketangkasan serta pengetahuan para relawan desa tangguh bencana mengenai tahapan-tahapan dalam penanggulangan bencana baik pra bencana, saat bencana maupun pasca bencana.
Andarias berharap, pelatihan penanggulangan darurat bencana ini dapat meningkatkan kemampuan para relawan dalam melaksanakan operasi pada saat tanggap darurat bencana terjadi.
Sementara itu, Staf Ahli Pembangunan Kabupaten Luwu Timur, Labesse mengatakan, melalui pelatihan ini dapat mendorong terwujudnya masyarakat desa yang tangguh dalam menghadapi bencana, lebih terarah, terencana, terpadu dan terkoordinasi.
“Mengingat besarnya korban dan kerugian akibat terjadinya bencana, maka upaya pencegahan dan penanggulangan bencana secara tepat dan efektif mesti dilakukan, agar pelaksanaan pembangunan tidak terhambat,” ungkap Labesse.