Kekompakan akan pemahaman materi debat oleh pasangan bertaqline “Kekuatan Rakyat” Nur Husain dan Esra Lamban, diperlihatkan ke publik saat berlangsungnya debat kandidat calon bupati dan wakil bupati luwu timur yang berlangsung di gedung simpurusiang kecamatan malili, Selasa (1/12/15)
Kandidat usungan Partai Demokrat dan PDI-P ini, sangat kompak dan lancar memaparkan visi misi. Mereka berdua juga lancar menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh kandidat lain terkait program kerja yang diusungnya.
Program kerja peningkatan kesejahteraan masyarakat petani, tidak hanya dikuasai oleh Nur Husain, namun Esra Lamban pun dengan lancarnya memaparkan rencana kerja mereka jika nantinya terpilih.
Menjawab pertanyaan kandidat lain yang disodorkan ke paslon Nusantara ini, Esra Lamban yang mendampingi Nur Husain, memberikan penjelasan akan program kerjanya terkait peningkatan pendapatan masyarakat disektor pertanian.
Kedepanya petani tidak lagi menjual gabah hasil panenya ke pengumpul kecil dan tengkulak dengan harga yang cukup murah.
Jika kami (Nur-Esra) diberi mandat memimpin Luwu Timur, maka tata kelola pengaturan penjualan gabah dan harga itu sudah harus diatur dengan melibatkan kelompok tani dan memanfaatkan perusahaan daerah (BUMD) yang menangani pertanian.
Selain itu, pembangunan pabrik gilingan padi berskala besar dengan mengundang investor untuk menanamkan modalnya dan mau berinvestasi di luwu timur, juga jadi prioritas.
Kedepan sudah ada beras ber label Luwu Timur dan menguasai pasar sulsel. hal ini bertujuan guna peningkatan pendapatan masyarakat petani di luwu timur.
Disesi terakhir, Nur Husain menjelaskan jika pemanfaatan lahan hutan oleh masyarakat yang dialih fungsikan oleh masyarakat untuk area perkebunan itu diatur peraturan pemerintah dan wewenang pusat, dimana daerah hanya bisa mengusulkan dan mengawal program.
Jadi janganlah permasalahan tentang pemanfaatan lahan hutan dijadikan kontrak politik untuk meraih suara demi merebut kekuasaan dan nantinya hanya akan menyesatkan masyarakat dengan harapan harapan palsu.
“Saya dan Esra Lamban, dengan nama Allah SWT, bersumpah untuk tidak akan melakukan pembohongan “janji palsu” ke masyarakat demi meraih suara. Jabatan itu amanah yang harus dijalankan demi masyarakat dan daerah,” tegas Nur Husain menutup sesi terakhir kandidat.




