Debat publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur telah berlangsung digedung simpurusiang Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Selasa (1/12/15) siang tadi.
Pada debat tersebut, Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1 yakni Nur Husain dan Esra Lamban menyatakan komitmen akan memisahkan instansi kepemudaan dari dinas induk yakni Dinas Pendidikan, Kebudayaan, pariwisata, pemuda dan Olahraga (Dikbudparmudora).
Hal tersebut dilakukan agar dapat fokus untuk mengurus masing – masing bidangnya. Pernyataan tersebut mendapatkan apresiasi dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Luwu Timur.
Melalui ketua DPD KNPI Kabupaten Luwu Timur, Fauzi Lukman mengaku perlu menjadi perhatian serius terhadap kepemudaan. Pasalnya, masyarakat di Luwu Timur kurang lebih 30 persen merupakan pemuda.
“Kita tahu bahwa selama ini bidang yang mengurusi kepemudaan tersebut masih menggabung dengan dinas Dikbudparmudora sehingga program – program yang berkaitan dengan pemuda masih sangat minim hal ini dikarenakan dinas Dikbudparmudora selama ini juga di tuntut untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan di Luwu Timur,” ungkap Fauzi.
Menurutnya, pemuda sebagai sebuah generasi yang harus mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Daerah (Pemda) kedepan sehingga dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki daya saing dan tentunya generasi muda sebagai objek dari pembangunan juga memiliki peran-peran dan tanggung jawab tersendiri dalam pelaksanaan pembangunan daerah.
“Pemuda adalah sebuah manifestasi masa depan daerah ini sehingga saya sebagai ketua KNPI Luwu Timur memberikan apresiasi kepada pasangan Cawabup yang telah menyatakan komitmennya kepada pemuda dihadapan masyarakat Luwu Timur,” ungkapnya.




