Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Diduga Terkait Gafatar, Sudah Empat Warga di Luwu Dilaporkan Menghilang
Hukum

Diduga Terkait Gafatar, Sudah Empat Warga di Luwu Dilaporkan Menghilang

Redaksi
Redaksi Published 14 Januari 2016
Share
3 Min Read
SHARE

Desas-desus soal organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) atau juga kadang disebut dengan nama Negara Karunia Semesta Alam (NKSA), yang diduga mengajarkan aliran sesat, belakangan ini ternyata berdampak hingga ke Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Di daerah ini, sudah ada empat warga yang dilaporkan menghilang, yang diduga terkait dengan organisasi tersebut. Keempat warga itu terdiri dari tiga orang warga Kecamatan Ponrang yang merupakan satu keluarga, dan satu orang warga Belopa.

Sesuai informasi yang dihimpun, warga desa Tobia, kecamatan Ponrang Selatan yang dilaporkan hilang itu terdiri dari satu keluarga yakni Burhan Faiqal bersama Istrinya Andi Muliani, dan seorang anaknya Alexandra yang masih berusia satu tahun.

Laporan menghilangnya satu keluarga ini dilaporkan oleh Andi Besse yang merupakan kakak dari Andi Muliani. Besse menuturkan, ketiganya diketahui menghilang sejak bulan Mei 2015 silam. Baik Muliani maupun Burhan diketahui sudah lama bergabung di organisasi Gafatar.

“Setahu saya, Muliani adik saya merupakan pengurus DPK Gafatar Palopo, sementara suaminya merupakan Ketua DPK Gafatar Kendari,” ujar Besse.

Besse bahkan mengaku sempat diajak untuk bergabung dengan organisasi tersebut pada tahun 2012 silam. Saat itu, dirinya diundang untuk menghadiri acara deklarasi organisasi Gafatar di Makassar. Namun, dirinya memilih untuk keluar karena menilai tidak sejalan dengan kepercayaan yang dianutnya.

“Saya menilai ajaran ini bertentangan dengan keyakinan saya, sehingga saya memilih meninggalkannya,” ujarnya.

Dia mengaku, sudah sejak lama mencurigai keganjilan pada organisasi Gafatar, begitupun dengan menghilangnya adik beserta keluarganya ini. Namun, dia baru yakin setelah sejumlah media memberitakan tentang hilangnya Dr Rica di Yogyakarta karena bergabung dengan Gafatar. Hal itulah yang melatar belakangi dirinya baru melaporkan kehilangan tiga anggota keluarganya ini.

Kejadian warga menghilang ini juga dilaporkan oleh Hasriati, warga Belopa yang melaporkan jika suaminya, Rusdianto telah menghilang tanpa kabar sejak Senin (11/1/16) lalu. Suaminya yang berprofesi sebagai Guru PNS di SMA Negeri 1 Belopa itu hanya sempat mengirimkan pesan singkat ke tetangganya untuk mengambil mobil dan menjemput anak di sekolah, sesaat sebelum menghilang.

Meski belum ada jejak apakah menghilangnya sang suami terkait dengan Gafatar, namun Hasriati mengaku cemas dengan kondisi Rusdianto. Pasalnya sebelum menghilang, suaminya mengaku dalam kondisi sakit namun tetap memaksakan diri masuk mengajar. “Saya curiga kalau suami saya dihipnotis masuk ke Gafatar,” ujar Hasriati.

Kepala SMA Negeri 1 Belopa, Sahrun Zakaria yang dikonfirmasi mengaku sudah mendengar informasi menghilangnya Rusdianto tersebut. Dia mengaku bahkan sempat menelpon ke nomor milik Rusdianto namun panggilan itu ditolak. “Tetapi sekarang nomor HP-nya sudah tidak aktif lagi,” ungkap Sahrun.

Menurut penilaiannya, terkait kemungkinan Rusdianto bergabung dalam organisasi Gafatar sangat kecil kemungkinannya. Hal itu dinilai dari minat Rusdianto akan kecenderungan bergabung dalam sebuah organisasi. “Setahu saya, Rusdianto tidak memiliki minat bergabung dengan organisasi seperti itu, semoga saja tidak,” ujar Sahrun.

 

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Dukung Lelang Jabatan Sekda, DPRD Makassar Soroti Pentingnya Kompetensi dan Visi

Pj Wali Kota Palopo Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an di Universitas Andi Djemma

Buka Penyuluhan Literasi Dan Diseminasi Informasi, Bupati Husler Ajak Lawan Hoax

Judas: Tak Puas Dengan Mutasi, Silahkan ke PTUN

Tim Terpadu Pengawasan Obat Makanan Temukan Kosmetik Berbahaya di Kecamatan Nuha

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Ternyata, Gafatar Sudah Eksis di Tana Luwu Sejak 2012
Next Article ‎HAB ke 70, Kemenag Lutim Gelar Jalan Santai dan Donor Darah

You Might Also Like

Luwu Timur

Sekda Lutim Ikuti Lauching Core Value berAKHLAK dan Employer Branding ASN Secara Virtual

16 Maret 2022
Luwu Timur

Bupati Luwu Timur Pantau Pos Pemeriksaan Covid-19 di Perbatasan

5 September 2021
Luwu Timur

Wabup Akbar Buka Rapat Koordinasi TPPS Tingkat Kabupaten Luwu Timur

21 Juni 2024
Metro

Gaji Bupati, Wakil dan Legislator Lutim Terancam Tak Dibayarkan

5 Agustus 2016
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?