Masyarakat Indonesia kembali dihebohkan dengan gerakan atau aliran yang diduga menyesatkan, Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Gafatar pun menjadi salah satu perbincangan hangat di media sosial. Namun tahukah anda, organisasi ini ternyata sudah eksis di Tana Luwu sejak tahun 2012 silam.
Informasi yang dihimpun redaksi media ini, Gafatar bahkan sudah membentuk kepengurusan di sejumlah daerah. Tercatat sejumlah kepengurusan tingkat kabupaten kota dan kabupaten telah terbentuk seperti Dewan Pengurus Cabang (DPC) Luwu Utara, DPC Luwu Timur, dan Dewan Pengurus Kota (DPK) Palopo.
Organisasi ini juga kerap melakukan kegiatan sosial seperti pembinaan anak-anak Sekolah Berbasis Rumah (SBR) di Kecamatan Baebunta, Penyuluhan Gizi dan Periksa Kesehatan Gratis, dan sejumlah kegiatan sosial lainnya.
Bahkan, di Kabupaten Luwu, seorang warga mengaku sudah bergabung di organisasi ini sejak tahun 2012. Andi Besse, Warga Tobia, kecamatan Ponrang Selatan mengaku jika dirinya bergabung dengan Gafatar saat dirinya diajak oleh adiknya Andi Muliani yang sudah lebih dahulu bergabung.
“Saya tertarik bergabung karena organisasi ini mewajibkan anggotanya untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial seperti donor darah, dan membantu orang tidak mampu,” ujar Andi Besse.
Namun, akhirnya dia memilih untuk meninggalkan organisasi itu lantaran melihat adanya keganjilan, seperti adanya himbauan untuk tidak mewajibkan sholat lima waktu,memperbolehkan untuk tidak menutup aurat, serta meninggalkan puasa ramadhan.
“Saya yakinajaran ini bertentangan dengan keyakinan saya, sehingga saya memilih untuk meninggalkannya,” ujar Besse.
Meski begitu, dia mengaku adiknya Andi Muliani masih tetap bergabung dengan kelompok tersebut dan telah menikah dengan salah satu petinggi organisasi Gafatar di Sulawesi. Sayangnya, dia mengaku tidak mengetahui lagi keberadaan adiknya saat ini sejak Mei 2015 silam.
“Setelah adanya ribut-ribut soal Gafatar, saya pun semakin yakin jika organisasi ini bermasalah. Saya sudah melaporkan kasus hilangnya adik saya ke Mapolres Luwu, semoga saja adik saya bisa segera ditemukan dan kembali ke jalan yang benar,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Satuan (Kasat) Intel Polres Luwu, AKP Hafiuddin membenarkan adanya sejumlah laporan warga Luwu yang hilang yang diduga terkait dengan organisasi Gafatar.
“Kami sementara melakukan penelusuran, laporannya sudah ada,” ungkapnya.




