Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Ternyata, Gafatar Sudah Eksis di Tana Luwu Sejak 2012
Hukum

Ternyata, Gafatar Sudah Eksis di Tana Luwu Sejak 2012

Redaksi
Redaksi Published 13 Januari 2016
Share
2 Min Read
SHARE

Masyarakat Indonesia kembali dihebohkan dengan gerakan atau aliran yang diduga menyesatkan, Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Gafatar pun menjadi salah satu perbincangan hangat di media sosial. Namun tahukah anda, organisasi ini ternyata sudah eksis di Tana Luwu sejak tahun 2012 silam.

Informasi yang dihimpun redaksi media ini, Gafatar bahkan sudah membentuk kepengurusan di sejumlah daerah. Tercatat sejumlah kepengurusan tingkat kabupaten kota dan kabupaten telah terbentuk seperti Dewan Pengurus Cabang (DPC) Luwu Utara, DPC Luwu Timur, dan Dewan Pengurus Kota (DPK) Palopo.

Organisasi ini juga kerap melakukan kegiatan sosial seperti pembinaan anak-anak Sekolah Berbasis Rumah (SBR) di Kecamatan Baebunta, Penyuluhan Gizi dan Periksa Kesehatan Gratis, dan sejumlah kegiatan sosial lainnya.

Bahkan, di Kabupaten Luwu, seorang warga mengaku sudah bergabung di organisasi ini sejak tahun 2012. Andi Besse, Warga Tobia, kecamatan Ponrang Selatan mengaku jika dirinya bergabung dengan Gafatar saat dirinya diajak oleh adiknya Andi Muliani yang sudah lebih dahulu bergabung.

“Saya tertarik bergabung karena organisasi ini mewajibkan anggotanya untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial seperti donor darah, dan membantu orang tidak mampu,” ujar Andi Besse.

Namun, akhirnya dia memilih untuk meninggalkan organisasi itu lantaran melihat adanya keganjilan, seperti adanya himbauan untuk tidak mewajibkan sholat lima waktu,memperbolehkan untuk tidak menutup aurat, serta meninggalkan puasa ramadhan.

“Saya yakinajaran ini bertentangan dengan keyakinan saya, sehingga saya memilih untuk meninggalkannya,” ujar Besse.

Meski begitu, dia mengaku adiknya Andi Muliani masih tetap bergabung dengan kelompok tersebut dan telah menikah dengan salah satu petinggi organisasi Gafatar di Sulawesi. Sayangnya, dia mengaku tidak mengetahui lagi keberadaan adiknya saat ini sejak Mei 2015 silam.

“Setelah adanya ribut-ribut soal Gafatar, saya pun semakin yakin jika organisasi ini bermasalah. Saya sudah melaporkan kasus hilangnya adik saya ke Mapolres Luwu, semoga saja adik saya bisa segera ditemukan dan kembali ke jalan yang benar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Satuan (Kasat) Intel Polres Luwu, AKP Hafiuddin membenarkan adanya sejumlah laporan warga Luwu yang hilang yang diduga terkait dengan organisasi Gafatar.

“Kami sementara melakukan penelusuran, laporannya sudah ada,” ungkapnya.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Aksi Peduli DWP Lutim Untuk Korban Banjir Lutra

Sosialisasi Pendidikan Politik 2025 Ajak Masyarakat Lutim Perkuat Partisipasi Demokrasi

Pelaku Pembacokan Malam Takbiran Ditangkap di Kabupaten Luwu

Jelang Lebaran Kurban, Harga Sapi Naik Hingga Rp2 Juta

Sekcam Towuti Terima 68 Peserta KKN dari IAIN dan UIN

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Rekonstruksi, Pelaku Penikaman Kelamin Peragakan 12 Adegan
Next Article Diduga Terkait Gafatar, Sudah Empat Warga di Luwu Dilaporkan Menghilang

You Might Also Like

Luwu Timur

Perwosi Lutim Tampil Memukau Pada Lomba Senam Kreasi Tingkat Sulsel

1 November 2022
DPRD Luwu Timur

Ujian Pakai Smartphone Android, Sekolah di Lutim Ini Dapat Apresiasi Dari DPRD.

8 Mei 2018
Luwu Timur

Momentum Hari Batik Nasional, Jayadi Nas : Pentingnya Pelestarian Batik

2 Oktober 2024
Kuliner

Kapurung Juga Dimakan Di Belanda

17 Februari 2011
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?