Hasil dari salah satu lembaga survei di Makassar untuk Pilkada Luwu Timur yang dirilis melalui media dan menempatkan Pasangan Calon (Paslon) Thorig Husler dan Irwan Bachri Syam yang unggul secara signifikan mendapat tanggapan dari tim paslon Nur Husain dan Esra Lamban.
Melalui juru bicaranya, Husain menilai lembaga survei tersebut terlalu memaksakan hasil surveinya dengan pencapaian angka 61,5 persen untuk Paslon Husler – Iwan sementara paslon Nur Husain dan Esra Lamban hanya diangka 23,3 persen.
“Saya hanya senyum – senyum geli baca hasil survei ini, yang dilakukan hanya 4 hari dan hanya melibatkan 400 responden. Menurut saya hasilnya terlalu dipaksakan untuk membangun opini seolah – olah salah satu calon telah menang,” ungkap Husain.
Menurut Husain, realita dilapangan, popularitas dan ektabilitas Nur Husain sangat tinggi, ini dikarenakan faktor ketokohan Nur Husain dimata masyarakat Luwu Timur, adalah dsosok yang Jujur, religius, dan bersih selama menjalankan beberapa jabatan strategis di pemerintahan, termasuk sukses menjabat camat di kecamatan Towuti dan Nuha.
Pasangan nomor urut 1 yakni Nur Husain dan Esra Lamban, ternyata juga telah mengantongi hasil survei pada bulan November lalu, dengan hasil survei mengunggulkan palson Nur Husain dan Esra Lamban.
“Kami juga mendatangkan lembaga survei dari Jakarta, dimana lembaga survei PT Media Track dan Strategi dibawa pimpinan Wimbo Widiantoro telah melakukan survei selama 12 hari, dan alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan dengan menempatkan Nur Husain dan Esra Lamban ungul dari dua rivalnya,” ungkapnya.
Walaupun dalam posisi unggul, kata Husain, namun hasil survei belum dirilis secara vulgar, hal ini tentunya dengan berbagai pertimbangan dan tidak ingin membuat tim terlena karena merasa sudah menang.
“Kalau kita hitung – hitung jumlah hasil surveinya melebihi 100 persen yakni 100,1 persen dengan rincian Husler – Iwan, 61, 5 persen, Nur – Esra, 23, 3 persen, Badar – Baso, 6,3 persen dan belum menentukan pilihan, 9,0 persen, bukankah ini merupakan pembodohan publik?,” ungkapnya.
Menurutnya, kekuatan besar di pasangan Nusantara sangat sulit dibendung oleh rivalnya. Dimana dukungan mantan bupati dua periode, Andi Hatta Marakarma dengan perolehan suara 54,79 persen pada Pilkada lalu, kekuatan Esra Lamban dengan komunitasnya berada pada angka 22 persen, serta loyalis Nur Husain yang berada di angka 31, 67 persen.
“Tentunya angka – angka perolehan suara tersebut membuat kami sangat optimis memenangkan pertarungan pada tanggal 9 desember mendatang,” ungkap Uceng, sapaan akrab Husain.




