Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur kembali menggelar lokakarya desa tangguh bencana (Destana) yang berlangsung digedung Simpurusiang, Kecamatan Malili, Jum’at (4/11) kemarin.
Lokakarya ini bekerja sama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penanggung jawab operasional BPBD, Andarias Miding mengatakan, evaluasi Destana ini ditujukan untuk mengetahui lebih lanjut capaian program termasuk kerjasama dengan program-program lain yang sudah ada di desa.
Selain itu, sebagai bahan rujukan untuk pengembangan kegiatan baru oleh pemangku kepentingan baik di Kabupaten, Propinsi dan Pusat. Menurutnya, program Destana ini merupakan pilot project BNPB yang bertujuan memberikan masukan yang sifatnya membangun demi penyempurnaan yang berdaya guna untuk mengurangi resiko bencana di Kabupaten, Provinsi dan Nasional.
Sementara itu, Staf Ahli Pembangunan Luwu Timur La Besse mengatakan, lokakarya yang dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam menangani bencana, dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penanggulangan bencana, penyelenggaraan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh.
Oleh karena itu, lanjut La Besse perlu dilakukan beberapa fasilitasi untuk memberikan pemahaman dasar, peningkatan kapasitas dan ketangguhan masyarakat desa terhadap kesiapsiagaan penanggulangan bencana, dalam hal ini masyarakat memiliki kesiapan ketika terjadi bencana dan mengurangi risiko akibat bencana serta mampu merestorasi akibat bencana.
“Diharapkan peserta mengikuti dengan seksama agar dalam penangan bencana senantiasa tetap mengedepankan koordinasi dan sinkronisasi berbagai pihak apalagi bencana tidak pernah akan diketahui mulainya dan kapan berakhirnya,” ujar Labesse.
Peserta lokakarya destana antara lain, BPBD Provinsi dan Kabupaten, Para SKPD terkait, LSM dan Pokja serta relawan dan masyarakat.




