Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Mahasiswa Gugat Janji Kuliah Gratis
News

Mahasiswa Gugat Janji Kuliah Gratis

Redaksi
Redaksi Published 5 Desember 2015
Share
4 Min Read
SHARE

Sejumlah elemen mahasiswa di Luwu Timur mengimbau masyarakat daerah itu, untuk selektif dalam memilih kandidat yang akan maju sebagai kepala daerah di Luwu Timur.

Pasalnya, mereka menilai terdapat sejumlah kandidat yang hanya jago berjanji, dan tidak menunjukkan langkah dan strategi yang jelas dalam mewujudkan janjinya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Kreatif (HMK) Stikes Batara Guru, Muhammad Salahuddin mengatakan, dirinya menyimak sejumlah program kepala daerah di Luwu Timur sejak awal masa kampanye di gelar di daerah itu.

Dia menilai, terdapat sejumlah kandidat yang terkesan menawarkan program atau janji manis yang sangat enak didengar, namun tidak pernah dipaparkan kejelasan langkah dan strateginya untuk mewujudkan janji itu.

Salah satunya terkait program pendidikan gratis hingga tingkat S1 yang ditawarkan salah satu kandidat. Menurutnya, program ini merupakan janji yang sangat indah di dengar dan diharapkan oleh masyarakat.

Sayangnya, dari sekian kali dilakukan debat kandidat, dan sosialisasi baik di hadapan masyarakat langsung, maupun melalui media massa, tidak pernah ada penjelasan tentang langkah dan cara mewujudkan janji itu.

“Masyarakat jangan di-nina bobokan dengan janji-janji manis yang tidak jelas. Persoalan sumber anggaran, kriteria, limit biaya kuliah yang mampu ditanggung pemerintah, serta tenggat waktu pelaksaan program tidak pernah diuraikan secara jelas. Padahal hal itu penting agar masyarakat paham dengan program tersebut,” ungkapnya.

Menurut dia, meskipun ada penjelasan dari kandidat, tidak pernah diuraikan secara detail, dan terkesan kandidat sendiri tidak mengusai program yang tawarkannya itu.

“Memang pernah ada kandidat yang menjelaskan tentang sumber anggaran yang akan diambil dari 20 persen anggaran pendidikan di daerah. Namun, penjelasan seperti itu tidaklah cukup untuk merasionalkan program yang ditawarkan.”

“Apalagi, setiap tahun, pemerintah memang sudah mengalokasikan sekitar 20 persen anggaran pendidikan, lantas jika anggaran program pendidikan gratis jenjang S1 diambil dari sebagian anggaran pendidikan, bagaimana nasib program lainnya,” ungkapnya.

Dia pun menawarkan, agar program pendidikan gratis jenjang S1 tidak diberikan kepada seluruh mahasiswa di Luwu Timur, namun hanya dialokasikan kepada mahasiswa yang berasal dari masyarakat tidak mampu, dan berprestasi saja.

Itupun perlu dilakukan pembagian kriteria tentang kampus mana saja yang dapat di-cover oleh pemerintah dapat menanggung biaya. Apalagi, tidak semua kampus menerapkan biaya kuliah yang nilainya saja.

“Jangan membuat program yang terkesan sangat mudah implementasinya, seperti menetapkan jika kebutuhan biaya kuliah mahasiswa asal Luwu Timur sebesar Rp56 miliar, ini angkanya dari mana? Kampus mana saja yang bisa di-cover? Berapa lama jenjang masa kuliah yang dipersyaratkan untuk ditanggung pemerintah, dan hal-hal teknis lainnya. Ini bukan hal mudah dalam penerapannya, jangan sampai ini hanya janji manis saja hanya sekedar menggaet hati masyarakat untuk memilih,” tegasnya.

Untuk diketahui, program pendidikan gratis hingga jenjang S-1 bagi mahasiswa asal Luwu Timur, merupakan program yang ditawarkan oleh pasangan nomor urut 3, Muhammad Thorig Husler-Irwan Bachri Syam.

Pada debat kandidat Calon Wakil Bupati yang digelar beberapa waktu lalu, Irwan menguraikan bahwa anggaran pendidikan gratis untuk jenjang S1 akan diambil dari alokasi dana pendidikan yang dianggarkan pemerintah sebesar 20 persen dari APBD.

“Jika menilik dari besaran APBD Luwu Timur rata-rata Rp 1 triliun, maka anggaran pendidikan yang dapat dicover minimal Rp 200 Miliar. Sementara dari hasil analisa dan kajian kami, untuk membiayai pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi dibutuhkan anggaran Rp 56 Miliar. Sisa dana Rp 150 Miliar lainnya untuk sektor pendidikan juga dialokasikan untuk seragam siswa-siswi, pengadaan laptop bagi guru serta kegiatan peningkatan sumber daya manusia lainnya,” janji Irwan dalam memaparkan program tersebut.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Basmin-Siku, Mulai Realisasikan janji Politiknya, Satu Desa, Satu Ambulance

Salut, Lutim raih Predikat “Baik” Evaluasi Pengawasan Kearsipan 2018

Mantan PPK dan Bendahara KPU Lutim Ditetapkan Tersangka

Asisten Pemerintahan Buka Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Pasangan HATI Dukung Perjuangan IA Untuk Pimpin Sulsel

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article GKMI Rayakan Natal Bersama
Next Article Warga Kecewa Ayu Ting Ting Tidak Hadir Di Kampanye Thorig – Iwan

You Might Also Like

Luwu Timur

UKM Stikes Batara Guru Berikan Bantuan Korban Puting Beliung di Luwu Timur

2 November 2020
Luwu Timur

Husler Bangga Luwu Timur Sabet Dua Penghargaan Di Jambore IPP

25 April 2019
Luwu Timur

Bupati Luwu Timur Pimpin Apel Peringatan HAB ke 78 Kemenag RI

3 Januari 2024
Metro

Video | Seperti Ini Kerusakan Akibat Longsor Maliwowo

13 Mei 2017
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?