Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur telah berlangsung pada tanggal 9 Desember 2015. Antusias masyarakat untuk datang memilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) tergolong meningkat dari Pemilihan Legislatif tahun 2014 lalu.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Timur, partisipasi pemilih pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 sebanyak 67 persen sedangkan partispasi pemilih untuk Pilkada 2015 meningkat yakni 69,93 persen.
Anggota KPU Luwu Timur, Zainal mengatakan, target partisipasi pemilih di Luwu Timur yakni 80 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 196.843 orang namun partisipasi yang telah dicapai untuk Pilkada tahun ini sebanyak 69,93 persen.
Menurutnya, angka 69,93 persen itu telah meningkat dari partisipasi pada Pileg tahun lalu yakni 67 persen. “Partisipasi pemilih pada Pilkada ini yakni 69 persen dari target partisipasi pemilih 80 persen,” ungkap Zainal.
Zainal menambahkan, didalam DPT masih banyak pemilih yang sudah masuk dalam daftar pemilih namun tidak hadir memilih. Itu disebabkan karena adanya warga yang sudah pindah domisili namun masih tercatat sebagai warga Kabupaten Luwu Timur sehingga terakomudir di dalam DPT.
“Ada yang pindah domisili tetapi sudah masuk di DPT, hampir di setiap desa ada pemilih yang meninggal dunia padahal sudah terdaftar di DPT sehingga itu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi partisipasi,” ungkapnya, Rabu 16 Desember kemarin.
Kedepan, kata Zainal, KPU akan melakukan koordinasi intens mulai dari Pemerintah Daerah (Pemda) hingga Pemerintah Desa agar supaya partisipasi pemilih dapat dicapai sesuai dengan target.
“Adik – adik mahasiswa juga biasanya menurunkan partisipasi sebab mereka sudah terdaftar di DPT tetapi tidak datang memilih karena adanya studi yang harus mereka selesaikan di kampus,” ungkap Zainal.




