Sebanyak 48 orang jemaat sion lestari di Desa Laro, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I La Galigo Wotu akibat keracunan makanan saat merayakan natalan sekolah minggu digereja Toraja, Senin (21/12) kemarin.
Informasi yang dihimpun media ini, perayaan natalan sekolah minggu bagi anak – anak itu memang kerap dilakukan oleh umat kristiani jemaat sion lestari dalam rangka menyambut puncak hari raya natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember setiap tahunnya.
Pada perayaan tersebut, 48 orang yang tergabung dari anak – anak dan orang dewasa itu mengalami keracunan usai menyantap makanan yang telah diberikan oleh panitia natalan. Disaat mengalami pusing dan muntah, mereka (jemaat) saling menghubungi satu sama lain untuk memastikan kondisi keluarga masing – masing.
“Kami dan anak – anak pulang dari Gereja pukul 18.00 wita sore kemarin, anak saya yakni Alfin (12) dibekali nasi bungkus dari Gereja untuk dimakan dirumah. Beberapa jam kemudian usai memakan makan itu, anak saya merasakan pusing dan muntah – muntah,” ungkap Ridha, orang tua korban di ruang perawatan mahalona tiga RSUD I La Galigo, Selasa (22/12/15).
Ditempat yang sama, Hermin, juru masak natalan itu mengatakan, acara natalan sekolah minggu ini sudah sering dilakukan oleh jemaat sion lestari. Saat itu, dirinya bersama ibu – ibu lainnya memang sengaja memberikan bingkisan berupa makanan bungkus untuk dimakan dirumah.
Terkait musibah itu, dirinya mengaku tidak menyangka akan terjadi musibah keracuan makanan kepada anak – anak dan bahkan orang dewasa. “Bahan makanan seperti mie kami beli diluar pak. Kecuali beras, orang tua hanya kumpul – kumpul karena disini mayoritas petani. Dua anak saya yakni Yogi (10) dan Alfari (15) juga dirawat disini karena keracunan,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur RSUD I La Galigo Wotu, Rosmini Pandin yang ditemui membenarkan adanya puluhan pasien gejala keracunan makanan yang saat ini mendapatkan pertolongan medis rumah sakit.
“Ada 48 orang pasien yang masuk, karena cepat ditangani sehingga gejala keracuan itu sudah bisa diatasi. In Shaa Allah, siang ini sudah ada yang bisa pulang kerumahnya,” ungkap Rosmini.




