Kabupaten Luwu Timur telah mengalami surplus hingga 125.531.04 ton beras untuk tahun 2015 lalu.
Angka tersebut terjadi dikarenakan peningkatan produksi, luas tanam dan produksivitas (Provitas) bertambah.
Kepala Bidang (Kabid) tanaman pangan Kabupaten Luwu Timur, Riden mengatakan, surplus terjadi disebabkan produksi meningkat, luas tanam dan Provitas bertambah.
Menurutnya, surplus atau kelebihan beras tersebut saat itu telah diserap oleh Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) dan juga telah keluar daerah seperti kabupaten Sidrap.
“Pedagang dari Sidrap yang datang membeli, bahkan ada juga ke daerah lain,” ungkapnya, via telepon, Sabtu 19 Maret 2016..
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Hortikultura, Benyamin Patabang mengatakan, kebutuhan beras untuk tahun 2015 mencapai 35.988 ton beras.
Jumlah tersebut berdasarkan estimasi dari jumlah penduduk Kabupaten Luwu Timur kurang lebih 300 ribu jiwa.
“Untuk kebutuhan beras per orang yakni 119.96 kilogram pertahun, hitungan tersebut juga berdasarkan rumus dari pusat,” ungkap Benyamin.
Data yang dihimpun dari dinas Pertanian, Perkebunan dan Perikanan Kabupaten Luwu Timur tahun 2015 yakni tanam 38.527 hektar, panen 38.924 hektar, provitas 7,17 ton per hektar dan produksi 279.233,55 ton.




