Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler mengakui jika dirinya kerap menerima pesan singkat (SMS) dari masyarakat berupa keluhan soal kerapnya terjadi pemadaman listrik.
Menurutnya, keluhan dari sejumlah masyarakat itu menjadi tanggung jawab dirinya selaku bupati di Luwu Timur.
“Saya sudah bicara dengan pihak PLN, mereka meminta waktu hingga bulan Juni mendatang, tidak ada lagi pemadaman,” ungkap Husler yang ditemui dikediaman pribadinya, Selasa 22 Maret malam ini.
Dirinya bahkan menegaskan kalau pihak PT PLN masih melakukan pemadam listrik pada waktu yang sudah mereka sepakati maka dirinya akan turun memimpin aksi demonstrasi di kantor PLN.
“Kalau komitmen itu masih tetap tidak dipenuhi oleh PLN maka saya bersama – sama masyarakat akan turun demo, kalau diperlukan saya yang pimpin,” katanya.
Bukan hanya Bupati, Husler menerima sejumlah pesan keluhan tersebut. Keluhan itu juga dimanfaatkan warga melalui SMS Center milik Pemda Luwu Timur.
Kepala Bagian (Kabag) Humas Luwu Timur, Charles Tangdialla membenarkan banyaknya sms keluhan soal listrik ini. “Banyak juga pesan keluhan soal pemadaman listrik masuk ke SMS Center,” ungkapnya.
Menurut Charles, pesan yang masuk ke SMS center langsung di tindaklanjuti. “Jadi sms yang masuk langsung juga kita kirim ke yang bersangkutan untuk dijawabnya,” katanya.
Charles menambahkan, dampak dari pemadaman listrik adalah terganggunya pelayanan dan pekerjaan yang berhubungan dengan alat elektronik seperti komputer.
“Kalau padamnya dimalam hari, tidak akan berdampak pada pekerjaan, tapi kalau jam kantor, pasti sangat berimbas pada peralatan elektronik,” ungkapnya.
Kepala PLN ranting Tomoni, Faisal yang dikonfirmasi awak media mengatakan, pernyataan Bupati Luwu Timur yang mengancam akan ikut demo bukanlah sikap yang baik sebagai seorang pemimpin.
Mestinya kata Faisal, Bupati tidak boleh memprovokasi warganya dengan mengajak ikut demo. “Harusnya ada solusi yang ditawarkan Bupati, bukan justru mengajak warga ikut demo,” ungkapnya.
Menurutnya, Bupati sebagai pemerintah, juga ikut bertanggungjawab, memikirkan dan mencarikan solusi agar listrik di Luwu Timur tak lagi padam. “Pemadaman yang terjadi disebabkan gangguan alam yang tidak dapat dihindari,” katanya.




