Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler mengaku kesal kepada pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pasalnya, daerah yang dijuluki bumi batara guru ini kerap mengalami pemadaman listrik.
Menurutnya, Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat Luwu Timur sudah terlalu bersabar dengan kondisi pemadaman ini.
Bahkan, kata Husler, barang elektonik dan pelayanan untuk masyarakat juga terganggu.
Oleh karena itu, kata Husler, pihak PLN harus menepati janji untuk tidak lagi melakukan pemadaman listriknya.
“Saya tunggu janji PLN, kasihan masyarakat harus menanggung resiko kerusakan barang elektoniknya akibat kerapnya terjadi pemadaman listrik,” ungkapnya.
Sebelumnya, PT PLN telah berkomitmen untuk tidak lagi melakukan pemadaman listrik pada bulan Mei 2016.
Namun, komitmen tersebut kembali direvisi dan meminta untuk diperpanjang hingga bulan Juni mendatang.
“Saya sudah bertemu dengan pimpinan PLN di Malili terkait komitmen untuk tidak lagi melakukan pemadaman di bulan Mei namun mereka meminta diberi waktu hingga Juni,” kata Husler.
Menurut PLN, kata Husler, pihak PLN saat ini tengah mengalami keterlambatan tender mesin genset berkekuatan 5 Mega Watt.
” Bulan Juni tidak ada lagi pemadaman, jika mesin genset 5 MW itu sudah beroperasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala PLN ranting Tomoni, Faisal yang dikonfirmasi awak media berharap agar pemerintah daerah juga ikut bersama – sama bertanggung jawab untuk memikirkan dan memberikan solusi terkait kejadian ini.
“Pemda juga kita harapkan untuk dapat memberikan solusi, pemadaman yang kerap terjadi itu disebabkan gangguan alam dan tidak dapat dihindari,” ungkapnya.




