Sebanyak 103.043 jiwa masyarakat di Kabupaten Luwu Timur belum memiliki jaminan kesehatan. Ribuan warga itu dari 277.488 jumlah penduduk.
Berdasarkan data yang dihimpun, masyarakat yang telah menerima Jaminan Kesehatan Nasional Penerima Bantuan Iuran (JKN – PBI) APBN berjumlah 85.051 jiwa, masyarakat PBI lokal berjumlah 40.791 jiwa, dan jaminan kesehatan lainnya, 48.603 jiwa.
Kepala BPJS Cabang Kota Palopo, Muhammad Ali mengatakan, laporan PBI lokal di Luwu Timur setiap bulan telah mengalami penurunan. Angka penurunan itu diketahui berdasarkan laporan bulanan masyarakat PBI lokal integrasi.
“Data per januari 2016 untuk PBI lokal yakni 40.865 jiwa, Februari mengalami penurunan yakni 40.820 jiwa dan Maret, 40.791 jiwa,” ungkap Ali saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Luwu Timur baru – baru ini.
Menurutnya, angka PBI lokal berkurang disebabkan karena adanya masyarakat PBI lokal pindah jaminan ke jaminan mandiri, adanya PBI lokal yang meninggal dunia, dan adanya masyarakat PBI lokal yang terdaftar sebagai tenaga kerja yang ditanggung oleh perusahaan.
“Ada juga masyarakat PBI lokal yang sudah memiliki PBI APBN yang ditanggung pemerintah pusat,” ungkap Muhammad Ali.
Sebelumnya diberitakan, Kepala BPJS Cabang Kota Palopo, Muhammad Ali mengungkapan sebanyak 6 ribu warga di Luwu Timur belum memenuhi kewajibannya sebagai peserta JKN atau dalam kondisi menunggak iuran.
Jumlah tersebut diatas telah dinilai sebesar Rp2 miliar lebih tunggakan peserta JKN. Sementara jumlah data kepesertaan pada bulan Februari 2016 mencapai 174.445 peserta.
Untuk 1 April mendatang, BPJS akan menaikkan iuran berdasarkan kelas masing – masing. Untuk Kelas I, iuran lama Rp59.500 naik menjadi Rp80 ribu, Kelas II, iuran lama Rp42.500 ribu naik menjadi Rp51 ribu dan Kelas III, Rp25.500 ribu naik menjadi Rp30 ribu.




