Hampir satu bulan lamanya check point milik perusahaan tambang nikel PT Vale Indonesia telah diblokir warga Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur.
Akibatnya, PT Vale Indonesia terpaksa menghentikan beberapa kendaraan beratnya untuk menghindari risiko keselamatan bagi kru kendaraan maupun pengguna jalan lainnya.
Presiden Direktur, PT Vale Indonesia Tbk, Nico Kanter mengatakan, pemblokiran ini menyebabkan kru kendaraan PT Vale tidak dapat melakukan pengecekan dan pemeriksaan kendaraannya yang diwajibkan sebelum melanjutkan perjalanannya melalui jalan tanjakan yang cukup curam di Wasuponda atau Palumba.
Untuk menghindari risiko, pihaknya harus menghentikan beberapa kendaraan berat demi keselamatan bagi kru kendaraan maupun pengguna jalan lainnya.
Pada tahun 2015 lalu, PT Vale telah melakukan penataan dan perbaikan area tersebut sesuai dengan permintaan Camat Wasuponda.
Menurut Nico, sebelum pemblokiran check point di Wasuponda, ada empat check point yang digunakan PT Vale yaitu masing-masing dua check point ke arah pelabuhan Balantang dan dua check point kearah plant site PT Vale.
“Saat ini tinggal tiga check point yang ada setelah pemblokiran check point di Wasuponda tersebut,” ungkap Nico Kanter melalui rilisnya, Senin 25 April kemarin.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Wasuponda, Joni Patabbi membenarkan adanya aksi pemblokiran check point yang dilakukan warga diwilayahnya. Menurutnya, pemblokiran itu dilakukan warga sudah satu bulan lamanya.
Berdasarkan pertimbangan warga, kata Joni, check point milik PT Vale tersebut mengganggu estetika kota sebab lokasinya berada didalam kota dan tidak layak ditempat itu.
Selain itu, areal check point itu nantinya juga akan dibenahi untuk digunakan dan memang lokasi tersebut merupakan milik pemerintah dan bukan area PT Vale
“Lapangan akan dipercantik dan memang akan digunakan areal itu, selain itu, dengan adanya pujasera otomatis ketika kendaraan berhenti debu luar biasa berterbangan,” ungkapnya.
Terkait lokasi check point, kata Joni, pihak pemerintah sebenarnya sudah lama menunggu pihak PT Vale untuk berkordinasi untuk mencari lokasi check point disekitar wilayah Wasuponda asalkan tidak ditempat sekarang namun tidak ada upaya yang dilakukan.
“Intinya check point tersebut sudah tidak layak berada didalam kota karena mengganggu estetika itu pandangan masyarakat dan itu harga mati masyarakat,” ungkap Joni.




